Example floating
Example floating
Badan Keuangan
Kota Gorontalo

‎Pasar Senggol Tetap Digelar Dengan Skema Retribusi yang Fleksibel

×

‎Pasar Senggol Tetap Digelar Dengan Skema Retribusi yang Fleksibel

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Adhan Dambea menjawab skeptisisme masyarakat terkait pelaksanaan tradisi Pasar Senggol yang dinilai mulai kalah bersaing dengan pedagang online dan parkirnya yang mahal. ‎‎

Dalam pernyataannya, Walikota Adhan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo memastikan tradisi tahunan tersebut tetap digelar tahun ini dengan skema retribusi yang lebih fleksibel dan pengawasan ketat terhadap praktik parkir liar.

Example 728x250

‎‎“Walaupun ada persaingan dengan pedagang online, pasar senggol tetap kita laksanakan. Kita beri kesempatan kepada pedagang untuk berjualan, terutama yang ingin memanfaatkan momentum Ramadhan,” kata Adhan dalam wawancara, Senin (2e/02/2026), kemarin.‎‎

Dalam penerapannya, kata Adhan, Pemerintah Kota Gorontalo tidak akan mematok tarif retribusi lapak secara kaku seperti Rp1 juta atau Rp2 juta per titik. Pemkot hanya menekankan keterbukaan dan kejujuran dari para pedagang terkait kemampuan finansial masing-masing.

BACA JUGA: ‎Walikota Gorontalo Ingatkan Pengusaha Hotel Soal Pajak Air Tanah! Nakal, Ketemu di Jalur Hukum‎‎

‎‎“Kita tidak ingin pengusaha merasa terbebani biaya tempat. Tapi kami juga minta kejujuran. Kalau memang pendapatan sulit, jangan memaksakan diri,” ujarnya.‎‎

‎Adhan menegaskan kebijakan pasar senggol tahun ini diarahkan untuk memberi ruang kompetitif bagi pelaku usaha offline tanpa membebani mereka dengan retribusi tinggi.‎‎

Isu lain yang kerap dikeluhkan masyarakat adalah lonjakan tarif parkir saat musim Pasar Senggol. Adhan menyebut tarif parkir telah diatur dalam peraturan daerah (Perda) dengan besaran yang jelas.‎‎

BACA JUGA: Atasi Kemacetan Pasar Potanga, Jalan Piloloda’a Akan Diperbaiki

“Memang ada saja oknum yang memanfaatkan kesempatan dengan menaikkan tarif. Tapi itu di luar ketentuan,” kata dia.

‎‎Ia mengklaim, berdasarkan laporan yang diterimanya, praktik parkir nakal saat ini sudah tidak ditemukan. Namun, Pemkot akan tetap melakukan pengawasan selama pelaksanaan Pasar Senggol.

‎‎“Kalau ada yang nakal, kita beri sanksi tegas,” tutupnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *