Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DaerahKab.Gorontalo

Libur Ramadhan Santri Al-Falah Safari Dakwah, Ujian Nyata Ilmu Pesantren‎‎

×

Libur Ramadhan Santri Al-Falah Safari Dakwah, Ujian Nyata Ilmu Pesantren‎‎

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Momentum Ramadhan tak disia-siakan oleh para santri Pondok Pesantren Al Falah. Di tengah masa libur panjang selama 45 hari, mereka justru diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pondok.‎‎

Program tersebut mewajibkan para santri tetap menjalankan aktivitas pembelajaran berbasis pengabdian. Bentuknya berupa dakwah, ceramah, dan kultum di daerah asal masing-masing selama Ramadhan tahun ini.‎‎

Example 728x250

Salah satu santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Falah, Muhamad Fajar Abdillah, contohnya. Hari ini (25/02/26) ia tampil memberikan kultum di hadapan jamaah Masjid An-Nur, Hepuhulawa, Limboto.‎‎

Meski berbalut kompetisi, kegiatan yang diikuti Fajar, sejalan dengan tanggung jawab akademik dan moral yang dibebankan pesantren kepada para santri selama masa libur Ramadhan.‎‎

BACA JUGA: ‎Tak Cukup Andalkan Pemerintah! Walikota Soroti Disiplin Warga Soal Sampah‎

Dalam ceramahnya, Fajar mengangkat tema keutamaan bulan suci Ramadhan, khususnya tentang kemuliaan Lailatul Qadar yang dikenal sebagai malam lebih baik dari seribu bulan.‎‎

“Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan rahmat. Setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Bahkan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar,” ujar Fajar di hadapan jamaah.

‎‎”Malam itu menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh,” sambungnya.‎‎

Dalam ceramahnya, Fajar menegaskan, Lailatul Qadar bukan sekadar peristiwa historis turunnya Al Quran, tetapi momentum spiritual yang harus dihidupkan dengan kesungguhan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.‎‎‎‎

BACA JUGA: ‎Menu MBG Dikeluhkan Orang Tua, Walikota Gorontalo Ancam Ganti Pengusaha “Nakal”‎

Disisi lain, Ustadz Brama S. Kumbara S.Hum., salah satu pengasuh pontren Al-Falah menjelaskan, pola pembelajaran berbasis dakwah ini dirancang agar santri tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga teruji dalam praktik komunikasi keagamaan di tengah masyarakat.

‎‎”Dengan terjun langsung ke masjid-masjid dan komunitas asalnya, para santri dilatih membangun keberanian, retorika, serta sensitivitas sosial,” ujarnya.‎‎

Program ini, lanjut Brama, sekaligus menjadi sarana evaluasi kemampuan santri dalam memahami materi keislaman dan menyampaikannya secara sistematis, singkat, dan relevan dengan kebutuhan jamaah.‎‎

Melalui dakwah Ramadhan tersebut, Pondok Pesantren Al Falah menegaskan komitmennya mencetak generasi santri yang tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir memberi pencerahan di tengah umat.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *