Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

PPIB ke-10 Kota Gorontalo Perketat Penjurian, Pengalaman Protes Jadi Bahan Evaluasi

×

PPIB ke-10 Kota Gorontalo Perketat Penjurian, Pengalaman Protes Jadi Bahan Evaluasi

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO – Panitia Pemilihan Putra-Putri Islam Berprestasi (PPIB) ke-10 Kota Gorontalo memperketat sistem penilaian peserta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil kompetisi lebih transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.‎‎

Ketua Panitia PPIB ke-10, Ramli Djafar, mengatakan penguatan sistem penjurian menjadi salah satu evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya.

Example 728x250

‎‎Pada PPIB tahun ini, jumlah dewan hakim ditambah dari sembilan menjadi 10 orang. Setiap bidang yang dilombakan dinilai oleh dua orang dewan hakim sehingga terdapat pembanding dalam menentukan nilai peserta.‎‎

“Dengan demikian, setiap peserta memiliki pembanding nilai sehingga hasil akhir tidak hanya bergantung pada penilaian satu orang juri. Hal ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas panitia agar hasil yang dihasilkan benar-benar jujur, adil, dan objektif,” kata Ramli saat rekapitulasi hasil penilaian babak penyisihan, Selasa (15/9/2026) malam.‎‎

Menurut Ramli, pola tersebut sekaligus menjadi respons atas adanya protes pada pelaksanaan sebelumnya. Saat itu, panitia menerima sejumlah pesan singkat (SMS) dari pihak yang mempertanyakan objektivitas proses penjurian.

‎“Jadi tahun ini ada dua juri yang menilai setiap kategori yang dilombakan. Artinya ada pembanding nilai dari satu dewan hakim dengan dewan hakim lainnya, sehingga tidak ada yang diuntungkan karena merasa diunggulkan,” ujarnya.

PPIB ke-10 tidak hanya mengandalkan hasil penilaian ketika peserta tampil di arena perlombaan. Panitia juga memberikan ruang bagi dewan hakim untuk mengamati karakter peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

‎‎Salah satunya dilakukan selama peserta menjalani masa karantina dan menginap di Hotel Grand-Q yang difasilitasi Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pariwisata.‎‎

Ramli menjelaskan, aktivitas peserta selama berada di hotel turut menjadi bagian dari pengamatan dewan hakim.‎‎

“Para peserta akan diinapkan di hotel Grand-Q dan akan mendapatkan penilaian dari para dewan hakim sepanjang beraktivitas di hotel untuk dinilai karakternya, apakah sejalan dengan dakwah-dakwah yang disampaikan atau sebaliknya,” kata Ramli.‎‎

Menurut dia, penilaian tersebut menjadi bagian dari upaya panitia melihat peserta secara lebih utuh, tidak hanya berdasarkan kemampuan ketika mengikuti setiap bidang perlombaan.

Juara 2 dan 3 Tahun Ini Dapat Bonus

Dukungan Pemerintah Kota Gorontalo terhadap PPIB ke-10 juga mencakup apresiasi kepada peserta berprestasi.‎‎

Ramli mengatakan, pada pelaksanaan sebelumnya hadiah utama diberikan kepada juara pertama dalam bentuk umrah gratis. Sementara juara kedua dan ketiga belum memperoleh bonus.‎‎

Tahun ini, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengupayakan pemberian bonus bagi juara kedua dan ketiga.

‎‎Ramli menilai tambahan apresiasi tersebut dapat memberikan motivasi bagi peserta untuk tampil maksimal pada babak final yang dijadwalkan berlangsung Rabu (16/9/2026) malam.‎‎

“Kami mengapresiasi dan mengungkapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah mengupayakan dua bentuk dukungan, yaitu penginapan berupa hotel dan bonus bagi juara 2 dan 3,” ujarnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *