Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DaerahKota Gorontalo

‎Buang Opini Murahan Soal Sampah, Agung Datau: Sebutkan Data dan Lokasinya Dimana!

×

‎Buang Opini Murahan Soal Sampah, Agung Datau: Sebutkan Data dan Lokasinya Dimana!

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANETKetua Forum Pemuda dan Pelajar (Forkot) Kota Gorontalo, Agung Datau, merespon tudingan yang menyebut Walikota Gorontalo gagal mengatasi persoalan sampah sebagai narasi yang dipaksakan dan tidak memiliki dasar data yang jelas.‎‎

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa disederhanakan dengan menuding satu pihak, apalagi jika tujuannya hanya untuk membangun opini negatif di ruang publik.

Example 728x250

‎‎“Kalau ada yang mengatakan Kota Gorontalo penuh sampah, sebutkan saja secara jelas lokasinya di mana. Jangan hanya melempar opini liar yang seolah-olah seluruh kota dalam kondisi seperti itu,” tegas Agung.

‎‎Sebelumnya, salah satu media online menayangkan tulisan opini tentang persoalan sampah di Kota Gorontalo, yang disebut tak mampu lagi di tangani Walikota, dan mendorong Kepala daerah lain ikut membantu.

Agung mempertanyakan apakah pihak yang melontarkan narasi tersebut benar-benar masyarakat Kota Gorontalo, atau justru pihak luar yang mencoba membangun persepsi tanpa memahami kondisi sebenarnya di lapangan.‎‎

“Kalau memang berbicara atas nama masyarakat, mana datanya? Apakah ada survei langsung? Apakah ada pengaduan resmi dari warga? Atau ini hanya opini yang sengaja diciptakan untuk menyerang Walikota?” ujarnya.‎‎

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam. Bahkan belakangan ini dilakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai platform media sosial terkait Peraturan Daerah tentang larangan membuang sampah sembarangan yang disertai sanksi denda, sebagai upaya membangun kesadaran publik.‎‎

Menurut Agung, persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.‎‎

“Tidak adil jika semua kesalahan ditimpakan kepada Walikota, sementara kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan juga menjadi faktor penting,” katanya.

‎‎Ia juga mengingatkan bahwa banyak perubahan nyata yang terjadi di Kota Gorontalo justru tidak pernah diangkat oleh pihak-pihak yang gemar membangun opini negatif.‎‎

Beberapa lokasi yang dulu dikenal kumuh, dipenuhi sampah, dan menimbulkan bau tidak sedap kini telah berubah menjadi ruang publik yang lebih tertata dan dimanfaatkan masyarakat, bahkan menjadi tempat aktivitas UMKM anak-anak muda.‎‎

Contohnya di kawasan Agus Salim, Taman Kota, dan Pasar Sentral, yang sebelumnya sering dipenuhi sampah dan menimbulkan bau tidak sedap, kini jauh lebih tertata dan menjadi ruang aktivitas masyarakat.

‎‎“Ini fakta yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Jadi jangan membangun opini seolah-olah kota ini tidak melakukan apa-apa,” tegasnya.‎‎

Agung menilai kritik tentu sah dalam demokrasi, namun kritik harus jujur, berbasis data, dan tidak dibangun dari narasi yang menyesatkan publik.‎‎

“Kalau mau kritik, kritiklah dengan data dan fakta. Jangan hanya memproduksi opini murahan yang tujuannya jelas untuk menyerang. Masyarakat Gorontalo tidak butuh propaganda seperti itu,” katanya.

‎‎Ia menambahkan bahwa masyarakat Kota Gorontalo sudah cukup cerdas dalam menilai perkembangan daerahnya sendiri. Karena itu, masyarakat tidak akan mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang mencoba membenturkan kepemimpinan sekarang dengan kepemimpinan sebelumnya.‎‎

Menurut Agung, warga Kota Gorontalo adalah saksi langsung terhadap dinamika pembangunan yang terjadi dari waktu ke waktu.

‎‎“Warga kota ini tahu persis bagaimana perkembangan daerahnya. Mereka melihat langsung perubahan yang terjadi. Karena itu, masyarakat tidak akan mudah termakan oleh narasi tentang persoalan sampah yang tidak disertai data, fakta, maupun lokasi yang jelas,” pungkasnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *