Example floating
Example floating
DaerahKab.Gorontalo

Biasanya Hanya Dapat Setengahnya, Pedagang Batagor Ketiban Rezeki Nomplok di PENAS KTNA Gorontalo!

×

Biasanya Hanya Dapat Setengahnya, Pedagang Batagor Ketiban Rezeki Nomplok di PENAS KTNA Gorontalo!

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII di Gorontalo tak hanya membawa berkah bagi sektor perhotelan dan restoran, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro hingga pedagang kaki lima.‎‎

Pantauan jurnalis SuaraNet di kawasan wisata Pentadio Resort, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi seiring membludaknya kunjungan peserta PENAS KTNA dan wisatawan lokal ke destinasi tersebut.‎‎

Sejak sore hingga malam hari, kawasan Pentadio Resort dipadati pengunjung yang memanfaatkan waktu luang untuk berwisata. Kondisi itu dimanfaatkan para pelaku usaha untuk menjajakan berbagai produk kuliner, mulai dari makanan ringan hingga jajanan siap saji.‎‎

Salah satu yang merasakan langsung dampak positif kegiatan nasional tersebut adalah Rauf Ahmad, pedagang batagor yang membuka lapak di area wisata tersebut.‎‎

BACA JUGA: Percantik Destinasi, Gorontalo Siapkan Wajah Baru Pariwisata

Rauf mengaku pendapatannya melonjak dibanding hari-hari biasa. Hanya dalam beberapa jam berjualan sejak sore hari, ia memperkirakan omset yang diperoleh telah menembus angka lebih dari Rp1 juta.‎‎

“Alhamdulillah, sejak buka sore tadi, pendapatan sudah lumayan. Karena belum saya hitung, kalau dilihat mungkin lebih dari sejuta, ada,” kata Rauf saat ditemui di lokasi, Minggu malam (21/06/26).

‎‎Menurut dia, capaian tersebut jauh melampaui pendapatan hariannya ketika berjualan pada kondisi normal.‎‎

“Biasa paling ramai sekitar Rp400 ribu sampai Rp500 ribuan. Itupun saya jualan dari pagi sampai malam dan keliling. Ini saya ngetem di sini, sudah dapat segitu,” ujarnya.

‎‎

BACA JUGA: PENAS KTNA XVII Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Rauf menjelaskan, batagor yang dijualnya dibanderol Rp10.000 per porsi. Tingginya jumlah pengunjung membuat dagangannya laris diserbu pembeli, baik peserta PENAS KTNA maupun masyarakat yang datang berwisata.‎‎

Fenomena tersebut menjadi gambaran nyata efek berganda (multiplier effect) dari penyelenggaraan PENAS KTNA XVII di Gorontalo. ‎‎

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tidak hanya menggerakkan sektor formal seperti hotel dan restoran, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di lokasi-lokasi wisata.‎‎

Meningkatnya transaksi ekonomi di sejumlah titik keramaian selama pelaksanaan PENAS KTNA menunjukkan bahwa agenda nasional tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendorong perputaran uang di tingkat akar rumput.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *