Example floating
Example floating
Kab.Gorontalo

Surga Rasa di Penas, Kuliner Khas Gorontalo Curi Perhatian

×

Surga Rasa di Penas, Kuliner Khas Gorontalo Curi Perhatian

Sebarkan artikel ini

Suaranet.com, Kabupaten Gorontalo – Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII Tahun 2026 di Gorontalo tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Di balik kemeriahan kegiatan nasional tersebut, ragam kuliner khas Gorontalo turut tampil mencuri perhatian dan menjadi magnet bagi ribuan peserta maupun pengunjung.

Berlokasi di kawasan halaman Kantor Bupati Gorontalo, area kuliner PENAS KTNA XVII dipadati stan makanan yang menyajikan berbagai hidangan tradisional khas daerah. Kehadiran sentra kuliner ini menghadirkan pengalaman tersendiri bagi para tamu yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan cita rasa Gorontalo.

Deretan makanan khas berbahan dasar hasil pertanian dan perikanan lokal menjadi suguhan utama. Mulai dari olahan jagung yang telah lama menjadi bagian dari budaya pangan masyarakat Gorontalo, aneka hidangan berbahan ikan segar, hingga berbagai menu tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Setiap sajian menawarkan karakter rasa yang kuat, memadukan gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas. Tidak sekadar memanjakan lidah, kuliner Gorontalo juga menggambarkan kekayaan sumber daya alam serta kearifan masyarakat dalam mengolah hasil bumi dan laut menjadi makanan bernilai tinggi.

Bagi banyak peserta yang datang dari luar daerah, area kuliner menjadi salah satu destinasi favorit selama mengikuti rangkaian kegiatan PENAS. Selain menikmati makanan khas yang mungkin belum pernah dicicipi sebelumnya, mereka juga dapat mengenal budaya Gorontalo melalui sajian yang disuguhkan.

Keberadaan stan kuliner dalam event berskala nasional ini sekaligus menjadi peluang emas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ribuan pengunjung yang datang setiap hari membuka ruang promosi yang luas bagi produk pangan lokal untuk dikenal pasar yang lebih besar.

Momentum PENAS KTNA XVII juga menunjukkan bahwa sektor pangan memiliki nilai ekonomi yang jauh melampaui aktivitas produksi pertanian dan perikanan. Hasil panen dan tangkapan nelayan dapat diolah menjadi produk kuliner yang memiliki daya saing, nilai tambah, dan potensi wisata yang kuat.

Melalui perhelatan ini, Gorontalo tidak hanya memperkenalkan keberhasilan sektor pertanian dan perikanannya kepada peserta dari seluruh Indonesia. Daerah ini juga menampilkan kekayaan kuliner yang menjadi identitas budaya sekaligus aset ekonomi kreatif yang terus berkembang.

PENAS KTNA XVII 2026 menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana pangan lokal dapat bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Dari setiap hidangan yang tersaji, tersimpan cerita tentang hasil bumi, tradisi, dan semangat pelaku usaha lokal yang terus menjaga cita rasa khas Gorontalo agar semakin dikenal di tingkat nasional.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *