Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Bukan Cuma Pengajian, Pemkot Gorontalo Dorong Majelis Taklim Jadi Benteng Moral Digital

×

Bukan Cuma Pengajian, Pemkot Gorontalo Dorong Majelis Taklim Jadi Benteng Moral Digital

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mendesak transformasi peran Majelis Taklim agar tidak sekadar menjadi wadah pengajian rutin. Di tengah gempuran teknologi informasi, lembaga keagamaan berbasis komunitas ini dituntut mengambil peran lebih strategis sebagai benteng pertahanan moral dan akhlak generasi muda dalam keluarga.‎‎

Pesan penegasan tersebut disampaikan oleh Asisten II Setda Kota Gorontalo, Abdul Hafidz Daud, saat menghadiri perayaan Milad ke-4 Majelis Taklim Rabiatul Adawiah di Gedung BLY Kota Gorontalo, Kamis (17/9/2026).

Example 728x250

‎‎Abdul Hafidz memaparkan bahwa lompatan teknologi digital membawa dampak ganda. Di satu sisi mempermudah kehidupan, namun di sisi lain membuka kran arus informasi negatif yang mengancam mental anak-cucu. Menurutnya, tantangan besar ini mustahil diselesaikan oleh pemerintah sendirian tanpa keterlibatan aktif lingkungan keluarga.

‎‎”Di sinilah peran vital Majelis Taklim dan kaum ibu sangat dinantikan. Anda semua adalah garda terdepan untuk membentengi iman dan takwa generasi penerus kita dari dampak buruk teknologi,” ujar Abdul Hafidz.‎

Dalam kesempatan itu, Abdul Hafidz juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari kemegahan infrastruktur fisik semata. Jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, atau gedung yang menjulang tidak akan bermakna jika mentalitas masyarakatnya rapuh.‎‎

“Membangun daerah itu tidak cukup dengan beton dan aspal seperti jembatan atau jalan. Pembangunan mental dan spiritual masyarakat juga harus digalakkan secara pararel. Ini investasi jangka panjang kita,” tegasnya.

‎‎Peran strategis ini melekat pada para ibu di Majelis Taklim karena mereka berinteraksi langsung dengan anak dan cucu di rumah setiap hari. Pola pembinaan watak religius dari rumah ini dinilai sangat selaras dengan visi misi Pemkot Gorontalo dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di ruang publik.‎‎

Tak hanya menyoroti soal syiar agama dan moral, Abdulhafidz juga menyelipkan poin penting terkait tata kelola organisasi. Ia meminta seluruh pengurus Majelis Taklim di Kota Gorontalo segera mengurus legalitas lembaga agar resmi terdaftar di instansi terkait, seperti Kementerian Agama (Kemenag).

Ketertiban administrasi ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan menjadi kunci pembuka akses program dan bantuan dari pemerintah.‎‎

“Jika lembaga sudah terdaftar resmi, legalitasnya jelas, maka akses bantuan dari Kemenag maupun pemerintah daerah akan jauh lebih mudah dikucurkan. Pembinaan berkala pun bisa berjalan berkesinambungan,” jelas Abdulhafidz.

Ia berharap Majelis Taklim Rabiatul Adawiah yang merayakan hari jadinya yang ke-4 dapat menjadi pelopor bagi kelompok taklim lainnya di Kota Gorontalo dalam hal penataan administrasi dan registrasi kelembagaan.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *