Example floating
Example floating
DaerahKota Gorontalo

‎Penyegaran Birokrasi, Walikota Lantik 66 Pejabat Admistrator dan Pengawas Baru

×

‎Penyegaran Birokrasi, Walikota Lantik 66 Pejabat Admistrator dan Pengawas Baru

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Pemerintah Kota Gorontalo kembali melakukan penataan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 66 Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan administrator dan pengawas yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia, Jumat (5/6/2026).

‎Pelantikan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penyegaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo guna memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan.

‎Walikota Gorontalo Adhan Dambea dalam sambutannya menegaskan, mutasi atau rolling jabatan tersebut tidak memiliki kepentingan lain selain kebutuhan organisasi dan peningkatan kinerja aparatur.

“Rolling atau perubahan ini tidak ada tendensi lain selain untuk penyegaran agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal,” ujar Adhan dalam sambutannya.

BACA JUGA: Kantor Baru Jadi Titik Awal Kebangkitan Hanura Gorontalo

‎“Jadi jangan dikait-kaitkan dengan hal-hal di luar itu, apalagi yang berpikir bahwa perubahan ini karena orang-orang saya. Orang saya adalah yang rajin bekerja melayani masyarakat. Sebaliknya siapapun dia, kalau dia malas kerja, saya ganti,” tegasnya.

Sebanyak 66 pejabat yang dilantik berasal dari berbagai unit kerja strategis, termasuk kepala bidang, kepala seksi, sekretaris kecamatan, sekretaris kelurahan, lurah, hingga jabatan pengawas lainnya di lingkungan organisasi perangkat daerah dan wilayah administrasi pemerintahan.

(foto istimewa/ Alim Mubarraq) Pelantikan 66 Pejabat Admistrator dan Pengawas di lingkungan Pemda kota Gorontalo

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi yang terus didorong Pemerintah Kota Gorontalo untuk memperkuat efektivitas layanan publik.

‎Adhan juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak menjadikan jabatan sebagai simbol status, melainkan sebagai tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

‎“Saya berharap bapak ibu yang dilantik hari ini dapat bekerja maksimal. Ingat, jabatan bukan untuk gaya-gayaan, dan jangan kalian minta dilayani masyarakat. Justru kalian yang harus melayani masyarakat,” ujarnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *