Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Pemkot Gorontalo Arahkan Rp1 Miliar untuk Benahi Infrastruktur Dasar di Kecamatan Dumbo Raya

×

Pemkot Gorontalo Arahkan Rp1 Miliar untuk Benahi Infrastruktur Dasar di Kecamatan Dumbo Raya

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — Pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah Kota Gorontalo mengarahkan anggaran hingga hampir Rp1 miliar untuk membenahi kebutuhan dasar di lima kelurahan yang berada di Kecamatan Dumbo Raya.

Anggaran tersebut menyasar beragam kebutuhan, mulai dari pembersihan dan rehabilitasi saluran, pembangunan jamban, jalan setapak, fasilitas pelayanan hingga perpustakaan kelurahan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meidy Novieta Silangen, dalam kegiatan silaturahmi pemerintah kota dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Rabu (5/8/2026) malam.

‎Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Botu tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel dan jajaran pimpinan OPD serta masyarakat setempat.

Dalam paparannya, Meidy menjelaskan, pemerintah telah mengalokasikan Rp200 juta untuk masing-masing kelurahan di Kecamatan Dumbo Raya melalui program pengembangan kelurahan 2026. Lima wilayah yang mendapatkan alokasi tersebut yakni Talumolo, Botu, Bugis, Leato Utara dan Leato Selatan.

‎”Jika digabungkan, total anggaran pengembangan kelurahan di lima wilayah tersebut mencapai Rp1 miliar,” ujarnya.

‎Meski demikian, anggaran tersebut bukan satu-satunya intervensi pembangunan yang dilakukan Pemkot Gorontalo di Dumbo Raya.

‎Di Kelurahan Botu, misalnya, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp331.403.000 untuk pengembangan jaringan air minum sambungan rumah (SR).

Menurut Meidy, anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan ditujukan agar jaringan air minum dapat menjangkau langsung rumah warga.

‎”Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan diarahkan untuk pembangunan jaringan yang memungkinkan layanan air minum tersambung hingga ke rumah warga,” jelas Meidy.

Program jaringan air minum tersebut menjadi salah satu proyek infrastruktur khusus di Kecamatan Dumbo Raya pada 2026, di luar anggaran pengembangan kelurahan yang diberikan kepada masing-masing wilayah.

‎Di Botu, alokasi Rp200 juta melalui program pengembangan kelurahan juga dibagi untuk beberapa kebutuhan. Sebesar Rp140 juta digunakan untuk pembersihan, pembuatan dan rehabilitasi saluran di delapan lokasi.

‎”Selain jaringan air minum, Kelurahan Botu juga memperoleh Rp200 juta melalui program pengembangan kelurahan 2026. Anggaran tersebut dibagi ke sejumlah kebutuhan,” ungkapnya.

‎Kemudian, Rp33 juta, kata Meidy, dialokasikan untuk pembangunan dua unit jamban dan Rp27 juta untuk pembangunan gedung perpustakaan kelurahan.

‎”Sebanyak Rp140 juta digunakan untuk pembersihan, pembuatan, dan rehabilitasi saluran di delapan lokasi. Kemudian, Rp33 juta dialokasikan untuk pembangunan dua unit jamban dan Rp27 juta untuk pembangunan gedung perpustakaan kelurahan,” pungkasnya.

‎Pola pengalokasian anggaran yang sama diterapkan di empat kelurahan lainnya dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

‎Di Kelurahan Talumolo, anggaran Rp200 juta digunakan untuk pembersihan dan rehabilitasi saluran di tiga lokasi sebesar Rp141,2 juta serta pembangunan empat unit jamban sebesar Rp58,8 juta.

‎Sementara di Kelurahan Bugis, Rp119 juta dialokasikan untuk pembersihan saluran di delapan lokasi. Sebesar Rp60 juta digunakan untuk rehabilitasi pelayanan kantor dan Rp21 juta untuk insentif fasilitator teknis serta kelompok masyarakat.

‎”Untuk Leato Utara mengalokasikan Rp180 juta untuk pembersihan dan pembangunan saluran di 14 lokasi. Sisanya, Rp20 juta digunakan untuk rekonstruksi paving blok di satu lokasi,” terang Meidy.

‎Adapun di Kelurahan Leato Selatan, kata dia, dialokasikan dana sebesar Rp57 juta untuk pembersihan saluran di 12 lokasi. Pemerintah juga mengalokasikan Rp62 juta untuk pembangunan saluran sepanjang 35 meter di Jalan Atje Slamet RT 002/RW 004 dan Rp21 juta untuk rehabilitasi saluran sepanjang 30 meter di Jalan Atje Slamet RT 002/RW 001.

‎‎”Selain itu, Rp60 juta dialokasikan untuk pembangunan jalan setapak di tiga lokasi,” pungkasnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *