Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Bangunan Kosong di Kawasan Murni Bakal Jadi Ruang Usaha UMKM?

×

Bangunan Kosong di Kawasan Murni Bakal Jadi Ruang Usaha UMKM?

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO – Bangunan dikawasan pertokoan Murni yang lama tidak digunakan mulai dilirik Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo sebagai potensi baru untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.‎‎

Dalam kunjungannya di kawasan pusat perbelanjaan tersebut, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menilai ruang-ruang kosong tersebut tidak semestinya hanya dibiarkan tanpa aktivitas. Oleh sebab itu ia berencana memanfaatkan ruang kosong tersebut untuk aktifitas UMKM.

Example 728x250

‎‎Pandangan itu disampaikan Adhan saat memantau sejumlah bangunan dan toko kosong di kawasan pusat perbelanjaan, Murni, Kota Gorontalo, Selasa (22/9/2026). ‎‎

Dalam peninjauan itu, ia didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo Haryono Soeronoto serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Gorontalo Dandy Winardi Datau serta juru bicaranya, Jeffry As. Rumampuk.‎‎

Menurut Adhan, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM bukan hanya akses pembiayaan, tetapi juga ketersediaan ruang untuk menjalankan usaha.

‎“Bangunan-bangunan yang kosong ini perlu kita lihat dan kita pikirkan bagaimana bisa dimanfaatkan. Jangan sampai ada ruang yang sebenarnya bisa menjadi tempat usaha, tetapi dibiarkan kosong begitu saja,” ujar Adhan.

‎‎Ia mengatakan, pemanfaatan bangunan kosong dapat menjadi salah satu opsi untuk memperluas ruang aktivitas ekonomi di tengah kota. Namun, pemanfaatannya tetap harus mempertimbangkan kondisi bangunan serta ketentuan yang berlaku.‎‎

Bagi Adhan, pemerintah perlu melihat persoalan ekonomi secara langsung di lapangan, termasuk mengetahui ruang-ruang yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

‎‎“Pemerintah harus melihat langsung kondisi di lapangan. Kita ingin kota ini hidup, aktivitas ekonominya bergerak dan masyarakat punya ruang untuk berusaha,” katanya.

‎‎Selain ketersediaan ruang, Adhan menilai faktor keamanan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan usaha yang kondusif.

Ia menegaskan Kota Gorontalo merupakan daerah yang aman untuk menjalankan aktivitas usaha. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu terus dipelihara agar masyarakat maupun pelaku usaha memiliki kepercayaan untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.‎‎

“Pada prinsipnya, Kota Gorontalo adalah daerah yang aman untuk melakukan aktivitas usaha. Kita ingin masyarakat merasa nyaman menjalankan usahanya dan pelaku usaha dari luar juga melihat Gorontalo sebagai tempat yang baik untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha,” tegasnya.‎‎

Adhan menambahkan, perhatian pemerintah terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan atau pembiayaan. Dukungan juga perlu diberikan dalam bentuk lingkungan usaha yang aman, ruang yang tersedia, serta kebijakan yang memungkinkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.

‎‎Karena itu, Pemkot Gorontalo, kata Adhan, akan terus mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.‎‎

“Yang kita pikirkan adalah bagaimana setiap potensi yang ada bisa memberikan manfaat. Kalau ada bangunan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha, tentu harus kita lihat peluangnya. Kita ingin UMKM tumbuh dan ekonomi masyarakat terus bergerak,” pungkasnya.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *