Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DPRD Kota Gorontalo

‎Penertiban Hewan Liar dan Penanganan HIV/AIDS Disorot, DPRD: Sosialisasi Bukan Solusi!

×

‎Penertiban Hewan Liar dan Penanganan HIV/AIDS Disorot, DPRD: Sosialisasi Bukan Solusi!

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Gorontalo, Darmawan Duming, melontarkan kritik tajam terhadap dua persoalan krusial di daerah, yakni maraknya hewan ternak yang berkeliaran di jalan umum serta penanganan HIV/AIDS yang dinilai belum efektif dan cenderung formalitas.

‎Kritik tersebut disampaikan dalam rapat Pansus DPRD Kota Gorontalo yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Senin (06/04/25).

Example 728x250

‎Darmawan menilai, keberadaan hewan ternak yang bebas di jalanan tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola dan penegakan aturan oleh pemerintah daerah. Ia menyoroti belum optimalnya peran aparat dalam melakukan penertiban.

Menurut Darmawan, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, citra Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi perlu dipertanyakan. Oleh sebab itu, ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret, termasuk melalui dukungan anggaran yang lebih realistis dan implementatif.

“Pemda perlu menyediakan biaya operasional yang memadai bagi Satpol PP untuk penertiban. Ini sudah pernah direkomendasikan sebelumnya, namun hingga kini belum ada realisasinya,” ujarnya.

Selain itu, Darmawan juga menyoroti penanganan HIV/AIDS yang dinilainya belum menyentuh akar persoalan di masyarakat. Ia menyebut upaya yang dilakukan selama ini lebih bersifat administratif dibandingkan substantif.

“Penyuluhan dan sosialisasi belum efektif karena tidak menyasar akar masalah. Ini terkesan hanya menggugurkan kewajiban,” katanya.

Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan harus lebih terukur dan berani, dengan fokus pada pemetaan pola penyebaran serta intervensi langsung di kelompok masyarakat terdampak.

“Tujuan utama penanganan adalah memutus rantai penyebaran. Jika perlu, batasi atau bahkan membubarkan komunitas (LGBT) sumber HIV, bukan sekadar menjalankan program formal seperti penyuluhan ataupun sosialisasi saja,” pungkasnya.

Darmawan juga mendorong Dinas Kesehatan untuk meninggalkan pola konvensional dan mulai mengembangkan strategi yang lebih adaptif, kreatif, dan berdampak nyata rantai penularan dan penyebaran HIV/AIDS di Gorontalo.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *