Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DaerahKota Gorontalo

‎615 Kasus HIV di Kota Gorontalo, Diduga Jumlahnya Lebih Besar Dari yang Terdata

×

‎615 Kasus HIV di Kota Gorontalo, Diduga Jumlahnya Lebih Besar Dari yang Terdata

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Gorontalo menyoroti lonjakan kasus HIV/AIDS dalam rapat evaluasi LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025, Senin (06/04/26) kemarin.

‎‎Tercatat, di Kota Gorontalo terdapat 615 kasus HIV, dengan 18 penderita dilaporkan meninggal dunia. Namun Dinas Kesehatan menduga angka yang tercatat hanyalah fenomena “bola salju”, yang jumlah riil di lapangan diperkirakan jauh lebih tinggi.‎‎

Example 728x250

Dalam rapat yang berlangsung di kantor DPRD Kota Gorontalo, Pansus mempertanyakan langkah konkret Dinas Kesehatan dalam menangani peningkatan kasus HIV/AIDS yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

‎‎Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Anwar Pasaribu, menjelaskan angka 615 adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri, mengingat Kota Gorontalo merupakan pusat keramaian di Provinsi Gorontalo. Namun, data tersebut hanya permukaan, karena pola penyebarannya sulit terdeteksi secara kasat mata.

BACA JUGA: ‎‎Fiskal Aman, DPRD Setujui Pemda Utang ke BTN Untuk Pembangunan Kantor Walikota Baru‎‎

‎‎”Mayoritas kasus didominasi oleh kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL), yang menjadi salah satu populasi kunci dalam penularan HIV,” Kata Anwar.

Kondisi ini, menurut dia, membutuhkan pendekatan khusus yang tidak hanya bersifat medis, tetapi juga sosial dan psikologis.

‎‎Sebagai upaya preventif, Dinas Kesehatan, lanjut Anwar, telah melakukan sejumlah langkah strategis.

‎‎”Pertama, mengintensifkan skrining melalui kegiatan rutin setiap malam Minggu dengan melibatkan puskesmas, kepolisian sektor, serta tokoh masyarakat di titik-titik yang dianggap berisiko. Hasilnya, banyak kasus baru berhasil ditemukan lebih dini,” jelas Anwar.‎‎

BACA JUGA: ‎Pasar Resmi Terpuruk, DPRD Sorot “Pembiaran” Lapak Liar di Pinggiran Jalan‎‎

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menggencarkan penyuluhan melalui puskesmas dan media massa, termasuk siaran televisi, guna meningkatkan kesadaran masyarakat.‎‎

Dari sisi penanganan medis, pemerintah menyediakan terapi pengobatan bagi penderita HIV serta langkah pencegahan bagi kelompok rentan melalui distribusi obat profilaksis, baik sebelum maupun setelah hubungan berisiko (PrEP dan PEP).‎‎

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) untuk melakukan pendekatan humanis kepada kelompok berisiko, agar upaya penanganan tidak menimbulkan stigma dan rasa takut.‎‎

“Kalau kami dari dinas kesehatan yang turun langsung, yang ada mereka (terduga terinfeksi) malah takut, menghindar, bahkan kabur,” ujar Anwar.‎‎

Melalui upaya terpadu tersebut, pemerintah berharap laju penularan HIV di Kota Gorontalo dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *