Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DaerahKota Gorontalo

‎Pangkas Beban Warga Jelang Idul Adha, Pemkot Gorontalo Gelar Pasar Murah

×

‎Pangkas Beban Warga Jelang Idul Adha, Pemkot Gorontalo Gelar Pasar Murah

Sebarkan artikel ini

KOTA GORONTALO, SUARANET — Pemerintah Kota Gorontalo menggelar kegiatan pasar murah bersubsidi yang dipusatkan di Taman Kota, Jalan BJ Habibie (Jalan Jaksa Agung Suprapto), Kelurahan Limba U Dua, Kecamatan Kota Selatan, Selasa (26/5/2026). Langkah ini merupakan langkah intervensi pemerintah dalam menghadapi lonjakan harga menjelang Idul Adha 1447 H.

‎Dalam sambutannya mewakili Walikota Gorontalo, Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, mengakui jika momentum perayaan hari besar agama selalu identik dengan dinamika ekonomi yang kerap menekan masyarakat berpenghasilan terbatas akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

‎Pada kondisi inilah, kata Ismail, pemerintah hadir di tengah masyarakat, memastikan masyarakat tetap dapat melaksanakan perayaan, khususnya idul Adha tanpa beban besar.

“Oleh sebab itu, kami hadirkan Pasar murah ini,” ujar Ismail Madjid dalam sambutannya.

Example 728x250

BACA JUGA: IBM Ilomata Jadi Garda Terdepan Lawan Narkoba

“Pasar murah bersubsidi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata keberpihakan pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok,” lanjutnya.

Dalam Program ini Pemkot Gorontalo menyediakan 1.000 paket bahan pokok bersubsidi yang berisi beras lokal, bawang merah, cabai rawit, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras dengan harga yang telah ditekan melalui subsidi pemerintah.

‎Keunikan program tahun ini terletak pada kolaborasi Pemerintah Kota Gorontalo dengan Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Gorontalo. Melalui dukungan tambahan subsidi berbasis transaksi digital, masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan sistem QRIS cukup membayar Rp85.000 per paket, turun dari harga subsidi pemerintah sebesar Rp100.000 per paket.

‎Ismail menyebut pola kolaborasi tersebut sebagai langkah integrasi antara kebijakan fiskal daerah, dukungan sektor perbankan, dan pemanfaatan teknologi pembayaran digital untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Menurut Ismail, skema tersebut tidak hanya bertujuan menekan harga barang, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat, menahan potensi panic buying, menjaga stabilitas pasokan pangan daerah, sekaligus memperluas literasi transaksi non-tunai.

BACA JUGA: IBM Ilomata Edukasi Bahaya Narkoba, Sasar Ibu Rumah Tangga

“Selain aspek ekonomi, pemerintah juga menjadikan momentum Idul Adha sebagai ruang penguatan solidaritas sosial,” kata Ismail.

“Kami juga dalam kesempatan ini mengajak seluruh masyarakat memperkuat kepedulian terhadap kelompok rentan melalui semangat berbagi dan pelaksanaan ibadah kurban,” sambungnya.

Di akhir sambutannya, Ismail menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, di antaranya Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo, BTN Cabang Gorontalo, pelaku usaha, distributor, serta jajaran perangkat daerah yang mendukung pelaksanaan pasar murah bersubsidi tersebut.

‎Ismail Madjid berharap langkah intervensi jangka pendek ini dapat membantu masyarakat menghadapi gejolak harga musiman, sembari tetap mendorong solusi jangka panjang melalui penguatan ketahanan pangan, distribusi logistik, dan ekonomi kerakyatan.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *