Example floating
Example floating
Berita Pilihan

‎Spanyol Taklukkan Argentina Tanpa Ampun, La Roja Ukir Sejarah di Final Piala Dunia 2026

×

‎Spanyol Taklukkan Argentina Tanpa Ampun, La Roja Ukir Sejarah di Final Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini

SUARANET, PIALA DUNIA — Spanyol memastikan diri sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026).

‎Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan La Roja meraih gelar dunia kedua, tetapi juga memecahkan sejumlah rekor dalam partai final paling bergengsi di dunia sepak bola.

‎Final yang mempertemukan juara bertahan Argentina melawan kampiun Eropa itu berlangsung timpang. Spanyol mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen dan melepaskan 20 tembakan, dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang.

‎Sebaliknya, Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran selama 90 menit waktu normal, sebuah catatan yang untuk pertama kalinya terjadi dalam sejarah final Piala Dunia.

‎Ketangguhan kiper Emiliano Martinez menjadi alasan utama Argentina mampu bertahan. Penjaga gawang berjuluk Dibu Martinez itu membukukan 11 penyelamatan, rekor terbanyak yang pernah dicatatkan seorang kiper dalam final Piala Dunia. Namun, tembok pertahanan Argentina akhirnya runtuh pada menit ke-106. Ferran Torres, yang masuk sebagai pemain pengganti, memanfaatkan bola sundulan Nico Williams untuk menaklukkan Martinez dan membawa Spanyol unggul.

‎Situasi Argentina semakin sulit setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi. Argentina pun harus memainkan babak tambahan dengan 10 pemain dan gagal membalas hingga peluit panjang dibunyikan.

‎Kemenangan ini menorehkan sejumlah catatan bersejarah bagi Spanyol. Negara tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah yang secara bersamaan memegang gelar juara dunia sepak bola pria dan wanita.

‎Pelatih Luis de la Fuente yang berusia 65 tahun juga tercatat sebagai pelatih tertua yang berhasil membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia. Selain itu, Spanyol mengakhiri turnamen dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi.

‎Bagi Spanyol, kemenangan ini menegaskan kebangkitan generasi baru sepak bola mereka setelah terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2010.

‎Sebaliknya, Argentina harus mengakhiri ambisi mempertahankan gelar dengan statistik yang akan sulit dilupakan: gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran dalam waktu normal pada partai final.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *