Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Darurat Penyakit Menular, Pemkot Gorontalo Desak Forum RSSH Lahirkan Solusi Kongkrit‎

×

Darurat Penyakit Menular, Pemkot Gorontalo Desak Forum RSSH Lahirkan Solusi Kongkrit‎

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo mendorong Forum Penguatan Program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH) 2026 menghasilkan langkah konkret dalam menghadapi ancaman penyakit menular, mulai dari HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), hingga malaria.‎‎

Dorongan tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Nuryanto saat membuka Forum Penguatan Program RSSH 2026 di Hotel Amaris Gorontalo, Jumat (18/9/2026).‎‎

Example 728x250

Forum tersebut digelar di tengah perhatian terhadap perkembangan penyakit menular di Gorontalo. ‎‎

Berdasarkan data 2026 yang disampaikan dalam forum, Kota Gorontalo tercatat menyumbang 37 kasus baru HIV, atau menjadi daerah dengan temuan kasus baru tertinggi di tingkat provinsi.‎‎

Di saat yang sama, ancaman malaria juga menjadi perhatian. Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di tingkat provinsi disebut telah mencapai lebih dari 5.000 kasus di sejumlah kabupaten sekitar di Gorontalo.

Kondisi tersebut membuat penguatan sistem kesehatan menjadi penting, terutama karena Kota Gorontalo memiliki mobilitas penduduk yang relatif tinggi.‎‎

Nuryanto mengatakan HIV/AIDS, TBC, dan malaria masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. ‎‎Karena itu, kata dia, target eliminasi ketiga penyakit tersebut pada 2030 harus diikuti dengan penguatan sistem kesehatan yang berkelanjutan.‎‎

“Kita menyadari bahwa HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria atau ATM, masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian sangat besar. Target eliminasi ATM di tahun 2030 adalah komitmen yang harus kita capai bersama,” ujar Nuryanto.‎‎

Meski demikian, kondisi malaria di Kota Gorontalo disebut masih relatif terkendali dengan 101 kasus. Sementara dalam penanganan TBC, pemerintah daerah telah melakukan upaya deteksi dengan menyisir 747 penderita aktif.‎

Namun, capaian tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengurangi kewaspadaan.‎‎

Menurut Nuryanto, karakteristik Kota Gorontalo sebagai wilayah perkotaan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi membutuhkan sistem mitigasi penyakit menular yang lebih kuat. ‎‎

“Maka dari itu perlu upaya pencegahan dan penanganan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. Sebab masalah ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja,” tegasnya.‎‎

Karena itu, Forum RSSH 2026 diharapkan tidak berhenti pada pembahasan program, tetapi menghasilkan solusi yang dapat diterapkan serta pembagian tanggung jawab yang jelas di antara pihak-pihak terkait.‎‎

“Melalui penguatan RSSH 2026 ini, Pemerintah daerah berharap lahir solusi-solusi cerdas yang lebih kuat, pembagian peran yang jelas, serta tindak lanjut yang lebih terukur lagi,” pungkasnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *