Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Papip Selebes Siap Bawa KADIN Kota Gorontalo Naik Kelas

×

Papip Selebes Siap Bawa KADIN Kota Gorontalo Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

SUARANET. GORONTALO — Andi Rahmatillah alias Papip Selebes resmi memimpin Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Gorontalo periode 2026–2031.

Pelantikan yang berlangsung di Hotel Aston Kota Gorontalo, Minggu (20/9/2026), menjadi penanda dimulainya kepemimpinan Papip setelah proses pemilihannya dalam Musyawarah Kota (Muskot) KADIN Kota Gorontalo pada 11 September 2026 sempat diwarnai keberatan, gugatan, dan somasi.

Example 728x250

Bagi Papip, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi. Momentum itu sekaligus menjadi penegasan atas legalitas kepemimpinannya di KADIN Kota Gorontalo.

“Alhamdulillah saya senang sekali. Akhirnya terpilihnya saya hari ini sudah disahkan lewat pelantikan,” kata Papip seusai pelantikan.

Ia mengakui perjalanan menuju kursi Ketua KADIN Kota Gorontalo tidak berlangsung mulus. Sejumlah keberatan dan gugatan sempat muncul setelah dirinya terpilih dalam Muskot.

Namun, dengan telah dilaksanakannya pelantikan, Papip berharap persoalan yang mengiringi proses pemilihan tersebut tidak lagi menjadi penghambat bagi organisasi untuk bergerak.

“Kemarin begitu terpilih ada beberapa gugatan yang sempat masuk. Alhamdulillah, hari ini sudah disahkan, sudah dilantik. Artinya secara legalitas semuanya sudah sah,” ujarnya.

Fokus UMKM dan Legalitas Usaha

Setelah persoalan legitimasi kepemimpinan, Papip kini dihadapkan pada pekerjaan yang lebih konkret, yakni bagaimana menjadikan KADIN lebih dekat dengan pelaku usaha.

Salah satu agenda yang menjadi perhatiannya adalah penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Papip menyebut masih banyak pelaku usaha di Kota Gorontalo yang menjalankan aktivitas bisnis tanpa memiliki badan hukum maupun legalitas usaha yang memadai.

“Target saya itu ke pelaku usaha dan UMKM. Banyak para pelaku usaha dan UMKM ternyata belum berbadan hukum,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat menjadi kendala bagi pelaku usaha ketika ingin mengakses pembiayaan, membangun kemitraan, maupun mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar.

Karena itu, Papip menargetkan agar legalitas usaha menjadi salah satu perhatian utama KADIN selama masa kepemimpinannya.

“Insyaallah ke depan saya ingin seluruh pelaku usaha UMKM, khususnya di Kota Gorontalo, semuanya punya badan hukum,” tegasnya.

Untuk merealisasikan agenda tersebut, Papip menyadari KADIN tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo dinilai penting agar proses pendampingan dan legalisasi usaha dapat dilakukan secara lebih terarah.
KADIN Harus Beri Manfaat

Papip juga menempatkan persoalan marwah organisasi sebagai bagian penting dari kepemimpinannya.

Ia menilai jabatan Ketua KADIN bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata bagi dunia usaha.

“Ini adalah amanah dan tanggung jawab yang sangat besar bagi saya sendiri sebagai ketua. Saya benar-benar harus menjaga nama baik serta marwah KADIN Indonesia yang dititipkan kepada saya,” katanya.

Ia berharap KADIN Kota Gorontalo tidak hanya dikenal di lingkungan internal pengusaha, tetapi mampu menunjukkan manfaat yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha.

“Dengan hadirnya saya sebagai ketua, mudah-mudahan bisa membuat KADIN sendiri naik kelas. Dari yang tidak dikenal akhirnya dikenal, dari yang kurang baik menjadi lebih baik,” ujarnya.

Soal Politik, Papip Belum Berminat

Di tengah kepemimpinannya di organisasi dunia usaha, Papip juga mengakui adanya tawaran dan komunikasi dengan sejumlah pimpinan partai politik.

Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum mengambil keputusan untuk masuk ke politik praktis.

“Sampai hari ini saya belum tertarik untuk berpolitik. Kalau ada wacana-wacana di luar, ya biasalah,” katanya.

Papip mengaku telah bertemu dengan sejumlah pimpinan partai politik. Kendati demikian, pertemuan tersebut belum membuatnya memutuskan untuk bergabung dengan salah satu partai.

“Untuk hari ini, saat ini, belum minat. Meskipun tawaran sudah banyak. Saya sudah sering ketemu dengan petinggi-petinggi partai, ketua-ketua partai sudah ketemu, tapi belum ada satu partai pun yang saya bilang saya mau berpartai,” ungkapnya.

Menurut Papip, KADIN memiliki posisi strategis sebagai ruang komunikasi antara dunia usaha dengan pemerintah maupun DPR. Namun, posisi tersebut belum ia jadikan sebagai jalan untuk masuk ke politik praktis.

“Insya Allah setelah ini kami akan sowan dengan Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Gorontalo,” ujarnya.

Kini, setelah resmi dilantik, Papip memilih memusatkan perhatian pada organisasi yang dipimpinnya.

Tantangan kepemimpinan KADIN Kota Gorontalo periode 2026–2031 tidak lagi berhenti pada persoalan proses pemilihan. Pekerjaan berikutnya adalah membuktikan bagaimana organisasi tersebut dapat hadir lebih dekat dengan pelaku usaha, membantu penguatan legalitas UMKM, membuka peluang kemitraan, serta memperkuat posisi pengusaha lokal.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *