Example floating
Example floating
Kab.Gorontalo

Keluarga Besar Keberatan Nama Ahmad Hoesa Pakaya Dicatut Tanpa Izin!

×

Keluarga Besar Keberatan Nama Ahmad Hoesa Pakaya Dicatut Tanpa Izin!

Sebarkan artikel ini

‎
‎SUARANET, GORONTALO — Keluarga besar mantan Bupati Gorontalo periode 2000–2005, Ahmad Hoesa Pakaya, menyampaikan keberatan atas penggunaan nama keluarga mereka dalam ucapan selamat kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, terkait penganugerahan gelar Tauwa Lo Lahuwa.
‎
‎Keberatan tersebut disampaikan Yulianti Pakaya, anak semata wayang Ahmad Hoesa Pakaya, setelah beredarnya pemberitaan yang menyebut Kepala Bidang BKPSDM Kabupaten Gorontalo, Karmila Patasalang, menyampaikan ucapan selamat atas nama keluarga besar almarhum Ahmad Hoesa Pakaya.
‎
‎Yulianti menegaskan, Karmila tidak pernah mendapat mandat untuk mewakili keluarga besarnya. Menurut dia, penggunaan nama keluarga tersebut tidak mencerminkan sikap resmi keluarga Ahmad Hoesa Pakaya.

“Dia tidak pernah mewakili keluarga besar Ahmad H. Pakaya,” tegas Yulianti saat ditemui di kediamannya, Sabtu (17/10/2026).

Diakui Yulianti, setelah membaca pemberitaan yang beredar, keluarga besar Ahmad Hoesa Pakaya menggelar musyawarah dan meminta pendapat hukum kepada pengacara keluarganya, Fahmi Al-Idrus.
‎
‎

Pencatutan nama besar “Ahmad Hoesa Pakaya” tanpa izin keluarga di media daring.

Menurut Fahmi, Karmila Patasalang tidak memiliki dasar hukum maupun dokumen yang membenarkan untuk menyampaikan pernyataan atas nama keluarga besar Ahmad Hoesa Pakaya.

“Berdasarkan hukum bahwa tidak ada satu alasan atau tidak ada satu dokumen hukum pun yang dapat membenarkan tindakan atau ucapan yang dilakukan oleh Karmila Patasalang, yang memberikan ucapan atas nama keluarga besar Ahmad Hoesa Pakaya,” jelas Fahmi.

“Karena secara hukum dia tidak memiliki hubungan nasab dengan Ahmad Hoesa Pakaya. Apalagi keluarga besar Ahmad Hoesa Pakaya,” lanjutnya.

Demikian juga Yulianti Pakaya yang menyoroti hubungan Karmila dengan mendiang ayahnya, Ahmad Hoesa Pakaya.
‎
‎Yulianti menyebut jika Karmila hanya merupakan anak sambung dari ayahnya melalui hubungan pernikahan SIRI dengan Salma Pakaya. Bahkan juga disebutkan bahwa Karmila hanya anak angkat dari Salma Pakaya.

‎“Dia bukan keluarga besar Ahmad H. Pakaya. Dan dia tidak ada hubungannya dengan ayah saya. Dia hanya anak sambung dari ayah saya. Dan itu pun dari istri siri. Jadi tidak mewakili sama sekali keluarga Ahmad H. Pakaya,” ujarnya.

‎Yulianti berharap pihak-pihak yang menurutnya tidak memiliki hubungan nasab dengan Ahmad Hoesa Pakaya tidak menggunakan nama besar ayahnya untuk kepentingan pribadi.

‎“Dia tidak memiliki hubungan nasab dengan ayah saya. Sehingga sangat tidak etis jika memberikan statement sebagaimana yang beredar saat ini,” kata Yulianti.

Ia menegaskan, keberatan tersebut berkaitan dengan penggunaan nama keluarga besar tanpa persetujuan atau kewenangan yang diakui oleh keluarga.
‎
‎Meski mempersoalkan penggunaan nama keluarga dalam pemberitaan tersebut, Yulianti mewakili keluarga besarnya menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati Sofyan Puhi atas penganugerahan gelar “Tauwa Lo Lahuwa”.

“Kami keluarga Ahmad Hoesa Pakaya yang sebenar-benarnya, yang memiliki nasab dan dapat kami buktikan secara administrasi dan hubungan darah, mengucapkan selamat atas gelar yang diterima oleh Bapak Bupati Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi,” pungkasnya.
‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *