Example floating
Example floating
Badan Keuangan
Kota Gorontalo

Hamid Kuna Mundur di Tengah Musda Hanura, DPP Ambil Alih

×

Hamid Kuna Mundur di Tengah Musda Hanura, DPP Ambil Alih

Sebarkan artikel ini

Suaranet.com, Kota Gorontalo – Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Hanura Provinsi Gorontalo berlangsung penuh kejutan. Forum yang digelar untuk memilih ketua baru DPD Hanura Gorontalo itu berakhir tanpa keputusan setelah calon tunggal pemegang rekomendasi DPP, Hamid Kuna, mendadak menyatakan mundur dari pencalonan.

Keputusan tersebut sontak menghentikan seluruh proses pemilihan karena tidak ada kandidat lain yang mengantongi rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura.

Example 728x250

Sesuai aturan organisasi partai, setiap calon ketua wajib memiliki rekomendasi DPP. Kondisi itu membuat forum Musda akhirnya menyerahkan sepenuhnya penentuan Ketua DPD Hanura Gorontalo kepada DPP pusat.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Ekonomi, Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPP Hanura, Zulhendri Chaniago, menegaskan keputusan tersebut sah dan sesuai mekanisme organisasi.

“Ini bukan deadlock politik. Masalahnya karena calon tunggal mengundurkan diri dan tidak ada lagi kandidat yang memiliki rekomendasi resmi. Sesuai tata tertib, pemilihan tidak bisa dilanjutkan,” kata Zulhendri.

Ia mengaku pengunduran diri Hamid Kuna terjadi secara mendadak dan di luar perkiraan pimpinan sidang maupun pengurus DPP yang hadir dalam forum Musda.

Menurut Zulhendri, sebenarnya terdapat sejumlah kader yang memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua. Namun nama-nama tersebut belum mengantongi rekomendasi resmi DPP sehingga proses pemilihan tidak dapat dipaksakan berjalan.

Pasca gagalnya pemilihan, sejumlah nama kader internal mulai ramai diperbincangkan sebagai calon potensial Ketua DPD Hanura Gorontalo.

Beberapa figur yang disebut masuk radar antara lain, Ekwan Ahmad, Ridwan Riko Arbie, Riska Puspitasari R. Mohamad dan Fince Abas.

Nama Ridwan Riko Arbie menjadi salah satu figur yang cukup diperhitungkan setelah sukses mengamankan lima kursi legislatif di Gorontalo Utara. Sementara Riska Puspitasari dinilai menjadi representasi kader perempuan Hanura yang memiliki basis politik kuat di Bone Bolango.

DPP Hanura sendiri disebut segera mengambil keputusan terkait figur yang akan memimpin DPD Hanura Gorontalo. Bahkan opsi penunjukan pelaksana tugas (Plt) sebelum penetapan ketua definitif juga terbuka.

Sebelumnya dalam forum Musda, Hamid Kuna menyebut pengunduran dirinya didasari alasan hati nurani yang belum dapat disampaikan secara terbuka.

Ia mengaku alasan tersebut nantinya akan dijelaskan langsung kepada Ketua Umum maupun jajaran DPP Partai Hanura.

Pernyataan itu memunculkan berbagai spekulasi politik di internal Hanura Gorontalo. Hingga Musda resmi ditutup, posisi Ketua DPD Hanura Provinsi Gorontalo masih kosong dan kepengurusan sebelumnya telah berstatus demisioner sambil menunggu keputusan resmi DPP.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *