Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Menata Wajah Kota, Pemilik Toko Diminta Cat Bangunan Seragam

×

Menata Wajah Kota, Pemilik Toko Diminta Cat Bangunan Seragam

Sebarkan artikel ini
Lurah Biawao, Nurhadi Taha. (Foto/Suaranet.com)

Suaranet.com, Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo mulai melakukan langkah dalam menata wajah kawasan perdagangan agar lebih tertib, bersih, dan menarik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menginstruksikan pemilik toko untuk melakukan pengecatan bangunan dengan warna seragam, terutama di sepanjang Jalan Soeprapto dan Jalan S. Parman.

Hal itu disampaikan Lurah Biawao, Nurhadi Taha, usai menggelar pertemuan dengan puluhan pemilik toko di Kantor Kelurahan Biawao, Rabu (10/6/2026).

Menurut Nurhadi, program tersebut merupakan bagian dari gagasan besar Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam menata ibu kota Provinsi Gorontalo di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu serta kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah.

“Meski berada di tengah tantangan ekonomi dan efisiensi anggaran, Pak Wali Kota memiliki komitmen kuat untuk menata wajah Kota Gorontalo, baik dari sisi penampilan kota, pertumbuhan ekonomi, maupun ketertiban kawasan,” ujar Nurhadi.

Ia menjelaskan, salah satu program yang saat ini tengah berjalan adalah pengembangan kawasan UMKM Street Food yang disebar di sejumlah ruas jalan strategis. Namun sebelum program tersebut berkembang di kawasan perdagangan Kelurahan Biawao, kondisi pertokoan terlebih dahulu harus dibenahi agar terlihat lebih tertata dan tidak terkesan kumuh.

Karena itu, pemerintah meminta para pemilik toko melakukan pengecatan ulang bangunan dengan dominasi warna putih guna menciptakan kesan bersih, rapi, dan seragam.

“Instruksi yang diberikan cukup jelas. Pemilik toko diberikan waktu satu minggu hingga paling lama dua minggu untuk melakukan pengecatan bangunan masing-masing,” kata Nurhadi.

Menurutnya, langkah tersebut perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak karena diyakini akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran kawasan UMKM yang tertata diyakini mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar.

“Ketika program ini berjalan, akan terjadi efek domino terhadap perekonomian. Yang paling diuntungkan nantinya adalah pelaku UMKM dan para pemilik toko yang berada di kawasan tersebut,” jelasnya.

Nurhadi menambahkan, Kota Gorontalo merupakan kota jasa yang tidak mengandalkan sumber daya alam seperti daerah lain. Karena itu, penguatan sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penataan kawasan perdagangan ini juga sejalan dengan cita-cita Wali Kota Adhan Dambea untuk mengembangkan kawasan Kota Tua sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Gorontalo.

“Ini merupakan ide besar Pak Wali Kota agar kawasan perdagangan dan pusat kota tidak lagi terlihat kumuh, tetapi menjadi kawasan yang nyaman, menarik, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ungkapnya.

Melalui kesempatan tersebut, Nurhadi turut mengajak seluruh masyarakat Kota Gorontalo untuk mendukung berbagai program penataan kota yang tengah dijalankan pemerintah daerah.

“Mari bersama-sama mendukung langkah pemerintah dalam mempercantik dan menata Kota Gorontalo sesuai semangat tagline Torang Bekeng Bae Gorontalo,” pungkasnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *