Example floating
Example floating
Kab.Gorontalo

Pedagang Kaos Penas Bidik Lonjakan Omzet dari Ribuan Peserta

×

Pedagang Kaos Penas Bidik Lonjakan Omzet dari Ribuan Peserta

Sebarkan artikel ini

Suaranet.com, Kabupaten Gorontalo – Perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII tidak hanya menjadi ajang pertemuan insan pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha yang turut meramaikan kegiatan tersebut. Salah satunya dirasakan Indra Jaya, pedagang kaos asal Jakarta yang berharap seluruh stok dagangannya habis terjual selama pelaksanaan PENAS XVII di Gorontalo.

Sejak hari pertama kegiatan dibuka, kaos bertema Gorontalo dan PENAS XVII yang dijajakan Indra mulai diburu peserta dari berbagai daerah. Produk tersebut banyak diminati sebagai cendera mata dan kenang-kenangan khas dari daerah penyelenggara kegiatan nasional tersebut.

Indra mengaku optimis penjualan akan terus meningkat hingga hari terakhir pelaksanaan PENAS. Ribuan peserta yang diperkirakan memadati lokasi kegiatan dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan.

Mengusung desain bernuansa Gorontalo, Indra sengaja menghadirkan produk yang merepresentasikan identitas daerah tuan rumah. Menurutnya, peserta dari luar daerah umumnya mencari suvenir yang memiliki ciri khas lokal untuk dibawa pulang.

Bagi Indra, mengikuti PENAS bukanlah pengalaman pertama. Ia mengaku hampir selalu hadir dalam perhelatan serupa di berbagai daerah. Sebelumnya, ia juga berjualan pada penyelenggaraan PENAS di Padang dan Malang, yang menurutnya memberikan peluang pasar yang cukup menjanjikan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Untuk mengikuti PENAS XVII di Gorontalo, persiapan telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Mulai dari proses desain logo, produksi kaos, hingga penyediaan stok dalam jumlah besar guna memenuhi potensi permintaan selama kegiatan berlangsung.

Secara keseluruhan, Indra membawa sekitar 2.000 lembar kaos dengan berbagai model, mulai dari ukuran anak-anak hingga dewasa. Produk yang ditawarkan juga memiliki variasi harga yang disesuaikan dengan model dan kualitas bahan.

Perjalanan menuju Gorontalo pun tidak singkat. Bersama sejumlah pedagang dari berbagai daerah, Indra berangkat dari Jakarta pada 14 Juni 2026, transit di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut hingga tiba di Gorontalo pada 17 Juni 2026.

Besarnya biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk mengikuti kegiatan ini menjadi investasi yang diharapkan mampu menghasilkan keuntungan seiring tingginya mobilitas peserta dan pengunjung selama PENAS berlangsung.

Indra berharap momentum PENAS XVII dapat menjadi berkah ekonomi, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh pedagang, pelaku UMKM, serta masyarakat yang terlibat dalam perputaran ekonomi selama kegiatan berskala nasional tersebut berlangsung.

“Kami berharap seluruh dagangan bisa habis terjual dan PENAS membawa manfaat ekonomi bagi semua pelaku usaha yang hadir di Gorontalo,” ujar Indra.

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi dinilai menjadi motor penggerak ekonomi sementara yang mampu meningkatkan transaksi perdagangan, sektor jasa, hingga penjualan produk suvenir lokal selama penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo.

.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *