Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

‎625 Siswa Berebut SMAN 1, Sekolah Penyangga Malah Kekurangan Murid

×

‎625 Siswa Berebut SMAN 1, Sekolah Penyangga Malah Kekurangan Murid

Sebarkan artikel ini

KOTA GORONTALO, SUARANET — Fenomena kontras mewarnai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Gorontalo. Di saat ratusan calon siswa berebut kursi di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3, sekolah penyangga seperti SMA Negeri 7 Prasetya justru mengalami kekurangan peminat hingga harus kembali membuka pendaftaran.

‎Data panitia SPMB menunjukkan SMA Negeri 1 Kota Gorontalo menyediakan kuota sebanyak 432 siswa, namun diminati 625 calon siswa. Kondisi serupa terjadi di SMA Negeri 3 yang membuka kuota 468 siswa dan menerima 627 pendaftar.

‎Berbeda dengan dua sekolah favorit tersebut, SMA Negeri 7 Prasetya yang menjadi sekolah penyangga SMA Negeri 3 hanya memperoleh 71 pendaftar dari kuota yang tersedia sebanyak 216 siswa.

‎Minimnya jumlah pendaftar itu membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo meminta SMA Prasetya kembali membuka pendaftaran selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juli 2026. Hasil seleksi tambahan dijadwalkan diumumkan pada 5 Juli.

‎Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 7 Prasetya, I Gede Kuta, mengatakan pembukaan kembali pendaftaran merupakan langkah untuk mengoptimalkan daya tampung sekolah yang masih jauh dari target.

BACA JUGA: ‎Dua Polsek Jadi Role Model Pemberantasan Miras di Kota Gorontalo

‎”Permintaan ini muncul mengingat jumlah peminat untuk tahun ajaran 2026 hanya 71 orang, sementara kuota yang kami siapkan 216 siswa atau enam kelas,” ujarnya.

‎I Gede mengungkapkan, rendahnya minat tersebut bahkan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada SPMB 2025, jumlah pendaftar di sekolah ini tercatat sebanyak 87 orang dengan kuota yang sama.

‎Menurut dia, masyarakat masih cenderung memusatkan pilihan pada sekolah-sekolah yang berstatus favorit, padahal sekolah negeri lainnya memiliki kualitas pembelajaran yang tidak kalah.

‎”Orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di SMA negeri jangan hanya fokus pada SMA Negeri 1 atau SMA Negeri 3. Banyak sekolah negeri lainnya yang memiliki kualitas yang sama, baik dari segi fasilitas sekolah maupun kompetensi guru yang dimiliki. Artinya, siswa akan mendapat ilmu yang sama,” kata I Gede.

‎Ia berharap pembukaan kembali pendaftaran dapat dimanfaatkan calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah, sekaligus mengubah pandangan masyarakat bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh label sekolah favorit, tetapi juga oleh proses belajar dan potensi yang dimiliki setiap siswa.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *