Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Warisan Politik Rachmat Gobel: Mengabdi Lewat Karya, Bukan Sekadar Janji

×

Warisan Politik Rachmat Gobel: Mengabdi Lewat Karya, Bukan Sekadar Janji

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET – Wafatnya tokoh nasional asal Gorontalo, Rachmat Gobel, pada Jumat (10/7/2026), tidak hanya meninggalkan duka bagi masyarakat, tetapi juga mewariskan nilai-nilai kepemimpinan yang membekas di kalangan kader Partai NasDem.

‎Salah satunya anggota DPRD Kota Gorontalo Fraksi NasDem, AKBP (Purn) Iyam Nusuri, S.Psi., CCPS., CATS. Baginya, almarhum merupakan sosok guru politik yang mengajarkan bahwa pengabdian kepada rakyat harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar janji.

‎Iyam mengatakan, sejak bergabung dengan Partai NasDem, Rachmat Gobel membentuk cara pandangnya tentang makna politik sebagai sarana membangun kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, almarhum selalu menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat melalui pembangunan ekonomi, kedisiplinan, dan kemajuan daerah.

‎”Belajar politik berarti belajar membangun kesejahteraan rakyat melalui ekonomi, kedisiplinan, dan keberpihakan pada daerah,” kata Iyam mengenang pesan Rachmat Gobel.

Ia menuturkan, almarhum berulang kali mengingatkan bahwa politik tidak boleh dimaknai sebagai alat mengejar kekuasaan. Sebaliknya, politik harus menjadi ruang pengabdian yang diwujudkan melalui karya dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Almarhum mengajarkan bahwa politik harus dijalankan dengan hati dan karya nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.

‎Wejangan tersebut, lanjut Iyam, menjadi bekal penting ketika memutuskan mengakhiri karier sebagai anggota Polri dan beralih ke dunia politik. Menurut dia, perubahan itu menuntut penyesuaian cara berpikir, pola komunikasi, hingga kemampuan memahami strategi dalam merumuskan kebijakan publik.

‎”Peralihan ini membutuhkan adaptasi komunikasi, pendekatan kepada masyarakat, dan pemahaman strategi politik,” katanya.

‎Sejak menjadi kader NasDem, Iyam mulai aktif membangun dialog dengan masyarakat, menyerap aspirasi warga, bernegosiasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan di daerah. Baginya, mendengarkan suara masyarakat merupakan fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.

‎Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya terpilih sebagai anggota DPRD Kota Gorontalo periode 2024–2029 dari Fraksi NasDem bersama tiga kader lainnya.

‎Bagi Iyam, warisan terbesar Rachmat Gobel bukan hanya jejak kepemimpinan yang ditinggalkan, melainkan nilai-nilai pengabdian yang terus hidup dalam diri kader-kader yang pernah dibimbingnya. Ia menegaskan akan terus memegang prinsip membangun daerah melalui politik yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

‎”Selamat jalan, Kaka Rachmat Gobel, ‘Ti Bulilango Hunggia’ — sang Pemberi Cahaya Negeri. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah SWT dan seluruh pengabdianmu menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus membangun Gorontalo dan Indonesia,” ujar Iyam.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *