Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Pemkot Gorontalo Bersihkan Hampir 10 Kilometer Saluran di Kota Timur Sepanjang 2025

×

Pemkot Gorontalo Bersihkan Hampir 10 Kilometer Saluran di Kota Timur Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo mengalokasikan berbagai program pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kota Timur sepanjang 2025. Tidak hanya pembangunan dan rehabilitasi fasilitas publik, pemerintah juga melakukan pembersihan saluran di puluhan titik untuk mendukung kualitas lingkungan permukiman.‎‎

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo Meidy Novieta Silangen dalam rangkaian kegiatan silaturahmi pemerintah kota sekaligus sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Sabtu (9/8/2026) malam.

‎‎Dalam paparannya, Meidy menyebut kegiatan pembersihan saluran pada 2025 menjangkau 60 lokasi dengan total panjang 9.805 meter atau hampir 10 kilometer.

‎‎”Pekerjaan tersebut tersebar di enam kelurahan, yakni Moodu, Tamalate, Padebuolo, Ipilo, Heledulaa Utara, dan Heledulaa Selatan,” ungkap Meidy, membuka paparannya.‎‎

Kelurahan Ipilo menjadi wilayah dengan panjang saluran yang dibersihkan paling besar, yakni 2.973 meter di lima lokasi. Disusul Heledulaa Selatan sepanjang 2.970 meter di sembilan lokasi.‎‎Sementara itu, pembersihan saluran di Kelurahan Padebuolo dilakukan pada tujuh lokasi dengan total panjang 1.170 meter. Di Kelurahan Tamalate, pekerjaan mencakup 29 lokasi dengan panjang 1.072 meter.

‎”Adapun di Kelurahan Moodu, pembersihan dilakukan pada tujuh lokasi sepanjang 1.020 meter. Sedangkan Heledulaa Utara mencakup tiga lokasi dengan panjang 600 meter,” lanjutnya.

‎‎Selain pembersihan saluran, program pengembangan kelurahan di Kecamatan Kota Timur pada 2025 juga mencakup pengadaan getor beserta baterai dengan anggaran Rp138,294 juta dan kegiatan pembersihan saluran senilai Rp61,706 juta.‎‎

“Jadi kalau di total, anggaran program pengembangan kelurahan ini mencapai Rp200 juta,” kata Meidy.‎‎

Paparan Meidy juga menunjukkan pembangunan infrastruktur di Kota Timur tidak hanya diarahkan pada pekerjaan berskala besar. Sejumlah fasilitas dasar masyarakat turut menjadi sasaran pembangunan dan pemeliharaan.‎‎

Di bidang pendidikan, misalnya, pemerintah mengalokasikan Rp200 juta untuk pembangunan UKS SDN 58 Kota Timur melalui DAU Pendidikan. Sekolah yang sama juga mendapat rehabilitasi toilet atau jamban dengan anggaran Rp50 juta.

Sementara di sektor jalan dan sumber daya air, terdapat pemeliharaan Simpang Empat Jalan Tribrata senilai Rp332,852 juta serta pembangunan konstruksi saluran di Jalan Taman Buah, Kelurahan Moodu, sebesar Rp170 juta.

‎‎”Adapun pemeliharaan Sungai Tamalate juga dilakukan dengan anggaran Rp111,870 juta,” jelas Meidy.

‎‎Intervensi pembangunan juga menyentuh kualitas permukiman warga. Meidy menjelaskan pemerintah mengalokasikan Rp190,5 juta untuk peningkatan kualitas permukiman melalui pembangunan jalan setapak di Kelurahan Moodu.‎‎

Program serupa dilakukan di Kelurahan Padebuolo dengan anggaran Rp189,5 juta dan Kelurahan Ipilo sebesar Rp187,5 juta.‎‎Di sisi lain, pemerintah juga mengalokasikan Rp99,812 juta untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) pemeliharaan taman, termasuk Taman Moodu.‎‎

“Adapun rehabilitasi Kantor Lurah Moodu mendapat anggaran Rp200 juta,” pungkasnya.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *