Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Atasi Masalah Lingkungan, 44 Titik Saluran di Kota Tengah Gorontalo Berhasil Dibersihkan

×

Atasi Masalah Lingkungan, 44 Titik Saluran di Kota Tengah Gorontalo Berhasil Dibersihkan

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo mengarahkan Dana Pengembangan Kelurahan 2025 untuk memperkuat penanganan infrastruktur dasar di Kecamatan Kota Tengah.‎‎

Salah satu program yang dipaparkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo Meidy Novieta Silangen yakni pembersihan saluran di 44 lokasi dengan total panjang mencapai 12.771 meter atau sekitar 12,7 kilometer.

‎‎Program tersebut disampaikan Meidy dalam rangkaian silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, serta kemasyarakatan yang berlangsung di Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Minggu (9/8/2026).‎‎

Menurut paparan Meidy, Dana Pengembangan Kelurahan Kecamatan Kota Tengah tahun 2025 dialokasikan sebesar Rp 200 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk dua kegiatan utama, yakni pengadaan getor dan baterai sebesar Rp 138,294 juta serta pembersihan saluran sebesar Rp 61,706 juta.‎‎

Pembersihan saluran dilakukan di seluruh kelurahan yang berada di Kecamatan Kota Tengah. Rinciannya meliputi Kelurahan Paguyaman sebanyak empat lokasi dengan panjang 578 meter, Pulubala delapan lokasi sepanjang 4.150 meter, serta Liluwo 12 lokasi sepanjang 2.500 meter.‎‎

Selanjutnya, pembersihan saluran di Kelurahan Dulalowo mencakup sembilan lokasi dengan panjang 1.469 meter. Di Dulalowo Timur terdapat lima lokasi sepanjang 2.824 meter, sedangkan Kelurahan Wumialo mencakup enam lokasi dengan panjang 1.250 meter.

Selain penanganan saluran, Pemkot Gorontalo juga mengalokasikan sejumlah anggaran untuk peningkatan infrastruktur pendidikan, kesehatan, permukiman, jalan lingkungan, hingga fasilitas pemerintahan di Kecamatan Kota Tengah.‎‎

Di sektor pendidikan, misalnya, pemerintah mengalokasikan Rp 50 juta untuk rehabilitasi toilet atau jamban SDN Nomor 80 Kota Tengah. Rehabilitasi pagar SDN Nomor 72 dan SDN Nomor 78 masing-masing mendapat alokasi Rp 200 juta melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Pendidikan.‎‎

Sementara itu, rehabilitasi Puskesmas Kota Tengah dianggarkan sebesar Rp 199,25 juta melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Program tersebut kemudian kembali dianggarkan pada 2026.‎‎

Pada sektor permukiman dan jalan lingkungan, terdapat anggaran Rp 188,5 juta untuk peningkatan kualitas permukiman Kelurahan Liluwo serta Rp 195,94 juta untuk peningkatan jalan lingkungan perumahan di kawasan Perumahan Balkin, Kelurahan Dulalowo.‎‎

Pemkot juga mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi sejumlah kantor kelurahan. Masing-masing rehabilitasi gedung Kantor Kelurahan Pulubala dan Dulalowo mendapat Rp 200 juta, sementara rehabilitasi Kantor Lurah Wumialo juga dialokasikan Rp 200 juta.‎

Adapun penyusunan Detail Engineering Design (DED) rehabilitasi Kantor Pulubala, Dulalowo, dan Liluwo dialokasikan sebesar Rp 110 juta.‎‎

Di sektor perdagangan, rehabilitasi Pasar Rakyat Liluwo mendapat anggaran Rp 126 juta. Sementara pemeliharaan rutin Jalan Madura dialokasikan Rp 66,83 juta melalui DAU Infrastruktur.

‎‎Paparan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kota Tengah pada 2025 tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik berskala besar, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat seperti saluran lingkungan, akses jalan, fasilitas pendidikan, kesehatan, pasar, serta sarana pelayanan pemerintahan.‎‎

Dengan pembersihan saluran di 44 lokasi sepanjang lebih dari 12 kilometer, program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah terhadap infrastruktur lingkungan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga di tingkat kelurahan.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *