Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Pemkot Gorontalo Perkuat Infrastruktur Kota Tengah, Rp3,4 Miliar Dianggarkan Untuk Ini!

×

Pemkot Gorontalo Perkuat Infrastruktur Kota Tengah, Rp3,4 Miliar Dianggarkan Untuk Ini!

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo mengalokasikan anggaran Rp3,43 miliar untuk rekonstruksi dan peningkatan Jalan Pangeran Hidayat 2 di Kecamatan Kota Tengah pada 2026.

‎‎Program tersebut menjadi salah satu agenda infrastruktur yang dipaparkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo Meidy Novieta Silangen dalam kegiatan silaturahmi pemerintah kota dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, serta kemasyarakatan di Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Minggu (9/8/2026).‎‎

Meidy menjelaskan, pekerjaan Jalan Pangeran Hidayat 2, yang merupakan ruas eks Jalan Pangeran Hidayat hingga Jalan Yusuf Hasiru, mendapat alokasi Rp3.432.100.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).‎‎

Selain pembangunan jalan, sejumlah program lain juga disiapkan untuk memperkuat infrastruktur dasar di Kecamatan Kota Tengah. PUPR mengalokasikan Rp199.250.800 untuk rehabilitasi Puskesmas Kota Tengah yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA).

‎‎”Sementara itu, pemeliharaan rutin Jalan Manado melalui pekerjaan pemeliharaan atau rehabilitasi minor ruas jalan mendapat anggaran Rp150 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit,” ungkap Meidy.‎

‎‎Tak hanya melalui program PUPR, pemerintah kota juga mengarahkan Dana Pengembangan Kelurahan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur di tingkat lingkungan.

‎‎Di Kecamatan Kota Tengah, terdapat enam kelurahan yang masing-masing memperoleh alokasi Rp200 juta. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,2 miliar. Keenam kelurahan tersebut yakni Paguyaman, Pulubala, Liluwo, Dulalowo, Dulalowo Timur, dan Wumialo.

‎‎”Dari hasil identifikasi kebutuhan, sebagian besar anggaran diarahkan untuk penanganan saluran air, mulai dari pembersihan, rehabilitasi, hingga pembangunan saluran baru,” jelasnya.‎‎

Di Kelurahan Paguyaman, misalnya, anggaran Rp200 juta digunakan untuk pembersihan tiga lokasi saluran, rehabilitasi satu saluran, pembangunan dua plat pelintas, paving block, peningkatan ruang publik, serta kebutuhan tenaga fasilitator lapangan.‎‎

Adapun di Kelurahan Pulubala, jelas Meidy, Pemda mengarahkan porsi terbesar anggarannya untuk pembersihan saluran di 13 lokasi dengan nilai Rp120 juta. Sisanya digunakan untuk rehabilitasi saluran dan pembangunan paving block.‎‎

Hal serupa dilakukan di Kelurahan Liluwo. Dari total Rp200 juta, sebesar Rp133,59 juta diarahkan untuk pembersihan saluran di dua lokasi. Anggaran lainnya, digunakan untuk pembangunan paving block dan satu jembatan.

‎”Sementara di Dulalowo, pemerintah kelurahan mengalokasikan Rp80,759 juta untuk pembersihan saluran di delapan lokasi, Rp52,155 juta untuk peningkatan saluran, serta Rp60,848 juta untuk pembangunan paving block,” kata Meidy.

‎‎”Di Dulalowo Timur, pembersihan saluran di tujuh lokasi menjadi salah satu pekerjaan dengan porsi anggaran terbesar, yakni Rp124,073 juta. Anggaran lainnya digunakan untuk pembersihan dan rehabilitasi saluran serta pembangunan paving block di tiga lokasi,” tambahnya.

‎‎Adapun Kelurahan Wumialo, lanjut dia, dialokasikan sebesar Rp99,751 juta untuk pembersihan saluran di tiga lokasi. Program lainnya mencakup rehabilitasi saluran, pembuatan plat decker, serta pembangunan saluran baru.

‎‎Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kota Tengah tidak hanya diarahkan pada proyek jalan berskala besar. Pemerintah juga menempatkan kebutuhan infrastruktur lingkungan, terutama sistem drainase, akses jalan lingkungan, ruang publik, dan fasilitas pelayanan masyarakat sebagai bagian dari prioritas pembangunan sepanjang tahun 2026.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *