Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

SHL: Jadikan Masjid Pusat Pemberdayaan Umat

×

SHL: Jadikan Masjid Pusat Pemberdayaan Umat

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO – Anggota DPRD Kota Gorontalo, Susanto Hairun Liputo (SHL), mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan partisipasi dalam memakmurkan masjid.

Ajakan tersebut disampaikan SHL usai dilantik sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Salman Al Farisi bersama jajaran pengurus, dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu malam, 5 September 2026.

Example 728x250

Menurut SHL, memakmurkan masjid tidak hanya sebatas menjaga bangunan dan fasilitasnya, tetapi juga menghidupkan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial yang melibatkan masyarakat.

“Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk memakmurkan masjid, di antaranya dengan rutin salat berjemaah di masjid, menghidupkan kegiatan remaja masjid, tadarusan Al-Qur’an dan beberapa kegiatan lainnya,” kata SHL.

Ia berharap keberadaan Masjid Salman Al Farisi tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah salat berjemaah, tetapi juga berkembang sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata SHL, diperlukan keterlibatan aktif pengurus DKM dan masyarakat di sekitar masjid. Peran tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari menjaga dan merawat kondisi fisik masjid hingga memastikan program-program keumatan berjalan secara berkelanjutan.

“Para pengurus masjid harus memiliki visi bahwa masjid adalah pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat yang harus dikelola secara amanah dan profesional,” ujarnya.

Maulid Nabi Diwarnai Doa Memohon Hujan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Salman Al Farisi tidak hanya diisi dengan pelantikan pengurus DKM. Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.

Doa tersebut dipanjatkan di tengah kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Gorontalo. Masyarakat berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan lebih baik.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan dikili, tradisi lisan masyarakat Gorontalo yang dilantunkan secara bersahut-sahutan.

Nuansa khas tradisi walima juga terlihat dalam kegiatan tersebut.

Berbagai kue khas Gorontalo, seperti kolembengi dan sejumlah kue tradisional lainnya, menghiasi tolanga dan ditata rapi di dalam Masjid Salman Al Farisi.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *