Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Sentuh Angka 21 Ribu Jiwa, Begini Strategi Baru Pemkot Gorontalo Lindungi Warga Lansia

×

Sentuh Angka 21 Ribu Jiwa, Begini Strategi Baru Pemkot Gorontalo Lindungi Warga Lansia

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO – Sebanyak 21.663 lanjut usia (lansia) tercatat tinggal di Kota Gorontalo pada 2026. Dari jumlah itu, 5.355 orang masuk kategori rentan dan 354 orang mengalami kondisi bedridden atau hanya bisa berbaring karena kondisi kesehatan.
‎
‎Data tersebut menjadi salah satu dasar Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo memperkenalkan program AIR LANSIA (Akses, Integrasi, Respons Layanan Lanjut Usia), Kamis (22/10/2026), di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Bhandayo Lo Yiladia.

‎Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki, mengatakan program ini dirancang untuk mengubah pola pelayanan lansia agar lebih mudah diakses, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan warga lanjut usia.

‎“Dengan AIR LANSIA, kita ingin akses lebih mudah dan setara termasuk bagi lansia dengan keterbatasan mobilitas, layanan terintegrasi, respons cepat dan proaktif berdasarkan tingkat kebutuhan dan risiko, serta tindak lanjut tuntas dan keberlanjutan yang terpantau,” ujar Eladona.

‎Menurut dia, kesejahteraan lansia tidak cukup diukur dari bantuan yang diterima. Kondisi kesehatan, ekonomi, dukungan keluarga, lingkungan, dan perlindungan sosial juga menentukan kualitas hidup mereka.

‎“Lansia harus diperlakukan dengan hormat, kebutuhannya didengar, tidak didiskriminasi, tetap memiliki pilihan dan ruang berpartisipasi, serta tidak diposisikan sebagai objek penerima bantuan,” tegasnya.

‎Salah satu bentuk implementasi program ini ialah Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Motoliango. Fasilitas tersebut memberikan pelayanan sementara paling lama 14 hari untuk membantu penerima manfaat memperoleh penanganan lanjutan.

‎Jika keluarga ditemukan dalam periode tersebut, penerima manfaat dikembalikan kepada keluarganya. Namun, jika keluarga maupun tempat rujukan di panti sosial belum ditemukan, RPS dapat melanjutkan pelayanan demi menjamin keselamatan dan perawatan.

‎Eladona menegaskan, AIR LANSIA bukan sekadar penambahan kegiatan, melainkan pembenahan sistem pelayanan agar kebutuhan lansia rentan dapat dikenali, ditangani, dan ditindaklanjuti secara berkelanjutan.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *