Kosmetik ” MARKALAK ” Racikan, Tak Miliki Ijin BPOM Hebohkan Gorontalo, Para Korban Siap Melawan

- Jurnalis

Senin, 4 Maret 2024 - 08:20

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

SUARANET.COMGORONTALO – Empat perempuan, dengan inisial CG, DM, FCP, dan ZA, telah menjadi korban dari produk kosmetik yang tidak aman. Hal ini memicu kekhawatiran tentang keamanan produk kecantikan di tengah masyarakat.

Keempat wanita ini dengan berani membagikan pengalaman mengerikan mereka, setelah menggunakan produk yang diharapkan meningkatkan kecantikan, namun justru menyebabkan masalah kulit yang serius.

Awalnya, mereka mendapatkan produk dari seorang penjual yang ternyata merupakan milik dari EB. Menariknya, CG dan DM tertarik pada produk setelah melihat siaran langsung dari akun Facebook milik EB, sementara SA tergiur setelah melihat postingan di Facebook seseorang Inisial UNW.

Namun, apa yang diharapkan sebagai solusi untuk kecantikan ternyata berubah menjadi mimpi buruk.

“Saya melihat postingan dari akun facebook ( UNW ). Karena saya sudah sering membeli kosmetik darinya tanpa masalah, saya tertarik untuk membeli krim pemutih. Namun, setelah saya mencoba produk itu, kulit saya seperti terkena cacar air,” kata ZA dalam wawancara media.

Masalah serupa juga dialami oleh DM yang awalnya berencana untuk menjadi reseller produk tersebut, tetapi niatnya urung setelah mengalami efek samping yang serius.

Salah satu korban, merasa terkejut ketika mencoba produk tersebut karena teksturnya seperti krim lulur.

“Saya tanya kepada penjual apakah itu handbody atau lulur, tapi jawabannya malah menyarankan saya untuk menggunakan krim itu tipis-tipis,” ungkap FCP.

Foto-foto produk dan kondisi kulit korban yang rusak menjadi bukti nyata dari efek samping produk ini. Bahkan, video yang direkam oleh salah satu korban memicu kehebohan di kalangan pembeli lain yang diduga juga menjadi korban.

Namun, banyak dari mereka enggan bersuara karena dugaan ancaman.

Keempat korban bersama dengan sejumlah korban lainnya berencana melaporkan masalah ini ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo.

“Diduga produk kosmetik tersebut tidak ada izin edar dari BPOM. Jadi sangat berbahaya untuk digunakan,” tutup keempat korban.

Skandal ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya memperhatikan keamanan dan keaslian produk kosmetik yang akan digunakan.

Tindakan yang diperlukan adalah meningkatkan kesadaran konsumen dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menegakkan standar keamanan produk kosmetik.

Berita Terkait

DPRD Gorontalo Mendesak Pembentukan Pansus Aset dan Penyelesaian Masalah KPGR LKPJ
Ratusan Warga Berkerumun di Open House dan Silaturahmi Adhan Dambea
Kapolresta Gorontalo Kota Siapkan Langkah Cegah Kejahatan saat Mudik
PANSUS LKPJ: RT/RW Menjadi Kunci Peningkatan Pendapatan Asli Daerah
Akibat Pengelolaan Belum Diserahkan, Pasar Sentral Kota Gorontalo Sepi Aktivitas Perdagangan
Kepala Dinas PU Kota Gorontalo Tersangka Korupsi: Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan
Kepala Dinas PU Kota Gorontalo Ditahan Terkait Dugaan Korupsi SPAM
Adhan Dambea Soroti Penggunaan Anggaran di Proyek Infrastruktur Gorontalo

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 07:26

DPRD Gorontalo Mendesak Pembentukan Pansus Aset dan Penyelesaian Masalah KPGR LKPJ

Senin, 15 April 2024 - 11:01

Fikram Salilama Sukses Gelar Open House Meriahkan Hari ke-2 Lebaran Idul Fitri 1445 H

Senin, 15 April 2024 - 10:37

Ratusan Warga Berkerumun di Open House dan Silaturahmi Adhan Dambea

Senin, 8 April 2024 - 13:26

Ratusan Pemudik Memadati Bandara Djalaludin Gorontalo Menjelang Lebaran

Senin, 8 April 2024 - 13:19

Kapolresta Gorontalo Kota Siapkan Langkah Cegah Kejahatan saat Mudik

Sabtu, 6 April 2024 - 04:36

KPU Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Audit Dana Kampanye

Kamis, 4 April 2024 - 08:29

Persiapan Matang Operasi Ketupat Otanaha 2024: Gorontalo Siap Amankan Idul Fitri

Kamis, 4 April 2024 - 08:18

Komisi I DPRD Percepat Penyelesaian Sengketa Lahan Bandara

Berita Terbaru