Kendala Pembangunan Kanal Tanggidaa: Dana PEN Terancam Ditarik, Keluhan Masyarakat Terabaikan

- Jurnalis

Jumat, 22 Maret 2024 - 04:57

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Gorontalo, SUARANET.COM – Kanal tanggidaa sering menjadi keluhan masyarakat sekitar, karena pembangunannya yang sampai sekarang ini belum juga selesai.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian bagi pemerintah Provinsi Gorontalo untuk membenahi hal tersebut.

Aries Ardianto selaku kepala dinas pekerjaan umum Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa, masih ada dana PEN yang tersis sekitar 4,9 M yang dipinjam untuk pembangunan kanal Tanggidaa ini, namun dalam surat edaran yang dikeluarkan, jika pembangunan ini tidak selesai sampai akhir Desember Tahun 2023, maka dana yag diberikan akan di tarik pada bulan maret 2024.

“kita sudah diberikan surat, kalau tidak terserap kemarin Desember itu akan ditarik pada bulan Maret” pungkas Aries.

Karena telah dikeluarkan surat tersebut, maka Pejabat Gubernur mendiskusikan hal ini bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mengenai kendala pembangunan. dan terbukti bahwa bukan hanya di kota Gorontalo saja melainkan terdapat 5 kabupaten lain yang mengalami hal serupa.

“kami sudah bertemu dengan PT SMI dan mengungkapkan kendala-kendala yang terjadi dan itu dipahami ternyata tidak hanya Gorontalo, ada 5 kabupaten/kota yang mengalami hal yang sama” ungkap Aries.

Ia juga mengatakan bahwa pihak BPKP sudah turun dan hasil riviewnya sudah masuk namun tidak menutup kemungkinan dana sisa yang ada bisa digunakan karena pernyataan dalam surat di atas.

“kita belum bisa memanfaatkan dana tersebut, karena tadi ada pernyataan kalau tidak keluar maka dana PEN 2021 ini akan ditarik oleh PTNI” ucap Aries.

mengenai pembangunan kanal ini juga mendapat kritik keras dari Adhan Dambea selaku aleg dapil Kota Gorontalo.

Ia mengatakan jika melalui kacamata politik, pembangunan kanal ini tidak ada untungnya sama sekali.

Namun pebangunan ini sudah terjadi, tinggal bagaimana membenahi hal tersebut agar bermanfaat.

Adhan menyampaikan kekecewaannya,  karena kurangnya perhatian pemerintah provinsi yang ada di sekitar mengenai keluhan masyarakat tentang pembangunan tersebut. karena rumah mereka yang beberapa tahun belakang ini, sudah terpapar debu dari proyek pembangunan kanal.

“saya sangat kecewa, karena pemerintah sekitar yang tidak memperhatikan kanal ini padahal keluhan masyarakat sangat luar biasa” pungkas Adhan.

Adhan berharap agar aparat penegak hukum untuk lebih serius dalam melihat proyek-proyek yang memiliki masalah hukum agar ditangani dengan serius.

 

 

 

Berita Terkait

DPRD Gorontalo Mendesak Pembentukan Pansus Aset dan Penyelesaian Masalah KPGR LKPJ
Fikram Salilama Sukses Gelar Open House Meriahkan Hari ke-2 Lebaran Idul Fitri 1445 H
Ratusan Warga Berkerumun di Open House dan Silaturahmi Adhan Dambea
Ratusan Pemudik Memadati Bandara Djalaludin Gorontalo Menjelang Lebaran
Kapolresta Gorontalo Kota Siapkan Langkah Cegah Kejahatan saat Mudik
Anggota DPRD Indriani Dunda Menyemarakkan Bulan Ramadan dengan Kegiatan Buka Puasa Bersama di Gorontalo
KPU Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Audit Dana Kampanye
Persiapan Matang Operasi Ketupat Otanaha 2024: Gorontalo Siap Amankan Idul Fitri

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 07:26

DPRD Gorontalo Mendesak Pembentukan Pansus Aset dan Penyelesaian Masalah KPGR LKPJ

Senin, 15 April 2024 - 11:01

Fikram Salilama Sukses Gelar Open House Meriahkan Hari ke-2 Lebaran Idul Fitri 1445 H

Senin, 15 April 2024 - 10:37

Ratusan Warga Berkerumun di Open House dan Silaturahmi Adhan Dambea

Senin, 8 April 2024 - 13:26

Ratusan Pemudik Memadati Bandara Djalaludin Gorontalo Menjelang Lebaran

Senin, 8 April 2024 - 13:19

Kapolresta Gorontalo Kota Siapkan Langkah Cegah Kejahatan saat Mudik

Sabtu, 6 April 2024 - 04:36

KPU Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Audit Dana Kampanye

Kamis, 4 April 2024 - 08:29

Persiapan Matang Operasi Ketupat Otanaha 2024: Gorontalo Siap Amankan Idul Fitri

Kamis, 4 April 2024 - 08:18

Komisi I DPRD Percepat Penyelesaian Sengketa Lahan Bandara

Berita Terbaru