Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DPRD Kota Gorontalo

‎Alasan HUT Kota Gorontalo “Mundur” dari 19 Maret: Hormati Momen Keagamaan

×

‎Alasan HUT Kota Gorontalo “Mundur” dari 19 Maret: Hormati Momen Keagamaan

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Pergeseran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo yang seharusnya jatuh ditanggal 19 Maret, dijawab Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa.

‎Irwan mengungkapkan, keputusan menggelar peringatan HUT Kota Gorontalo nanti pada hari ini, 30 April, bukan tanpa alasan, melainkan bentuk penghormatan terhadap momentum keagamaan yang beririsan pada tanggal asli, 19 Maret.

Example 728x250

‎Pada 19 Maret lalu terdapat aktivitas takbiran yang dilaksanakan oleh warga Muhammadiyah. Sementara itu, sehari setelahnya, 20 Maret, bertepatan dengan hari raya Nyepi yang juga merupakan hari besar umat Hindu dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.

“Ini adalah bentuk toleransi dan penghargaan terhadap sesama umat beragama. Kita tidak ingin perayaan daerah justru bertabrakan dengan momen sakral keagamaan,” ujar Irwan (30/03/26).

Menurutnya, peringatan HUT Daerah tidak harus terpaku pada tanggal kalender semata, melainkan sensi dari ulang tahun terletak pada refleksi perjalanan daerah, bukan pada momentum seremonial di hari yang sama.

BACA JUGA: ‎HUT ke-298, DPRD Gorontalo Serukan Semangat “Team Work” Hadapi Ancaman Ekonomi Global

“Ulang tahun itu bukan berarti harus dilaksanakan tepat di tanggalnya. Bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada,” katanya.

‎Irwan menambahkan, usia ke-298 Kota Gorontalo menjadi titik penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembangunan sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih perlu dibenahi.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kita memaknai usia 298 tahun ini. Apa yang sudah kita capai, dan apa yang harus kita perbaiki ke depan. Kota ini sudah tidak muda lagi, ini perjalanan panjang,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama DPRD, lanjut Irwan, sepakat menjadikan peringatan tahun ini sebagai momentum reflektif, bukan sekadar seremoni tahunan. Pergeseran jadwal pun diharapkan tidak mengurangi makna historis, melainkan memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi antar-umat beragama di Kota Gorontalo.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *