Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Satukan Stakeholder Kesehatan, Wujudkan Gorontalo Sehat 2030

×

Satukan Stakeholder Kesehatan, Wujudkan Gorontalo Sehat 2030

Sebarkan artikel ini
Sarasehan Kesehatan yang digelar PPKMI Gorontalo. (Foto/Suaranet.com)

Suaranet.com, Kota Gorontalo – Komitmen mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh masyarakat kembali ditegaskan melalui Sarasehan Kesehatan yang digelar PPKMI (Perlindungan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Indonesia) Gorontalo. Kegiatan ini menjadi ruang dialog bersama antara pemerintah, rumah sakit, BPJS Kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi menuju terwujudnya Gorontalo Sehat 2030.

Sarasehan bertajuk “Bersama Mewujudkan Gorontalo Sehat 2030” tersebut berlangsung di Gedung Banthayo Lo Yiladia, Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan guna menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat.

Ketua Umum PPKMI Gorontalo, dr. Syahruddin Sam Biya, menegaskan bahwa PPKMI hadir dengan komitmen untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak yang sama dalam mengakses layanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Menurutnya, sarasehan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesepahaman antara rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan peserta jaminan kesehatan terkait berbagai persoalan pelayanan yang masih kerap muncul. PPKMI juga berperan sebagai mediator sekaligus mitra edukasi masyarakat agar lebih memahami hak dan kewajiban mereka sebagai penerima layanan kesehatan.

“Melalui forum ini, kami ingin menghadirkan ruang komunikasi yang sehat antara masyarakat dan penyelenggara layanan kesehatan sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan secara konstruktif,” ujarnya.

Selain memperkuat sinergi antar-lembaga, forum tersebut juga membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian publik, mulai dari dugaan malapraktik, ketersediaan obat-obatan di rumah sakit, hingga upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Muhamad Kasim, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PPKMI dalam mengawal berbagai isu kesehatan di daerah. Ia menilai keberadaan organisasi tersebut sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Muhamad Kasim, Pemerintah Kota Gorontalo saat ini telah memberikan jaminan kesehatan yang menjangkau hampir seluruh warga melalui program jaminan kesehatan yang cakupannya mendekati 100 persen. Namun demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pelayanan terus meningkat sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh akses layanan, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang optimal dan memuaskan.

“Fokus kita saat ini bukan lagi sekadar akses, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai harapan,” jelasnya.

Usai sarasehan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog kesehatan yang menghadirkan narasumber dari RSUD Aloei Saboe, BPJS Kesehatan, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gorontalo. Diskusi tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus penyampaian masukan dari berbagai pihak terkait penguatan sistem kesehatan daerah.

Melalui forum ini, diharapkan lahir sejumlah rekomendasi dan langkah konkret yang mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Gorontalo, meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat, serta mempercepat terwujudnya visi Gorontalo Sehat 2030.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *