Example floating
Example floating
DaerahKota Gorontalo

‎Tingkat Kepedulian Rendah, BNN Minta Warga Gorontalo Laporkan Pengguna Narkoba

×

‎Tingkat Kepedulian Rendah, BNN Minta Warga Gorontalo Laporkan Pengguna Narkoba

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Gorontalo mengungkap ancaman penyalahgunaan zat yang semakin mengkhawatirkan di kalangan anak dan remaja. Selain narkotika, penggunaan lem sebagai zat adiktif disebut mulai marak terjadi, sehingga masyarakat diminta lebih peduli dan segera melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan di lingkungan sekitar.

‎Peringatan tersebut disampaikan Kepala Tim Rehabilitasi BNN kota Gorontalo, Rona Mopili, saat kegiatan Silaturahmi Pemerintah Daerah dan Sosialisasi Urusan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan di Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Senin (15/6/2026).

Dalam pemaparannya, Rona memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat rehabilitasi bagi pengguna narkotika, guna meluruskan kesalahpahaman tentang penindakan BNN terhadap pengguna Narkotika.

‎”Jadi Bapak Ibu, rehabilitasi itu adalah merupakan upaya medis, nonmedis, dan sosial yang ditujukan bagi korban penyalahgunaan narkoba agar dapat keluar dari ketergantungan, pulih, dan kembali produktif di tengah masyarakat,” jelas Rona.

‎Oleh sebab itu, Rona mendorong dan membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melaporkan anggota keluarga, kerabat, maupun tetangga yang terindikasi menyalahgunakan narkotika agar dapat segera ditangani.

BACA JUGA: ‎Dianggap Aib, Tak Sedikit Korban Kekerasan Seksual Memilih Bungkam, Malu untuk Melapor!‎

‎Namun demikian, ia juga menyadari bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap persoalan narkoba di Gorontalo masih rendah. Banyak kasus yang ia temukan justru berawal dari pembiaran lingkungan terdekat, termasuk keluarga.

‎Rona mencontohkan, pihaknya pernah menerima seorang anak yang diantar orang tuanya untuk menjalani penanganan. Saat itu, orang tua tersebut mengaku sudah kehabisan cara untuk menasihati anaknya.

‎“Kadang ada orang tua yang mengatakan kepada kami, ‘terserah mau diapakan anak saya, saya sudah capek menasihati’. Ini menunjukkan kepedulian yang belum maksimal karena ada unsur pembiaran,” ujarnya.

‎Padahal, kata dia, keluarga merupakan faktor terpenting dalam proses pemulihan penyalahguna narkoba. Berdasarkan sejumlah kasus yang ditangani BNN, masalah keluarga menjadi salah satu latar belakang dominan seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan zat.

‎Karena itu, BNN mengimbau para orang tua untuk tetap menjaga hubungan emosional dengan anak serta meningkatkan pengawasan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: UMKM Bergeliat, Komisi II Sebut Berdampak pada PAD

‎“Orang yang paling besar pengaruhnya terhadap pemulihan penyalahguna adalah keluarga. Hubungan itu harus tetap dipertahankan dan dijaga,” tegasnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Rona juga menyoroti meningkatnya penyalahgunaan lem Ehabond yang banyak melibatkan anak-anak dan remaja. Namun ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Gorontalo yang telah menerbitkan peraturan daerah terkait pembatasan penjualan dan pembelian lem guna mencegah penyalahgunaan.

‎”Kami juga meminta para pedagang lebih selektif dalam melayani pembelian lem, terutama jika ditemukan pembelian dalam jumlah tidak wajar. Kalau ada pembelian lebih dari dua kaleng dalam sehari, sebaiknya ditanyakan tujuan penggunaannya atau bahkan ditolak jika dicurigai akan disalahgunakan,” katanya.

Selain berdampak pada kesehatan, penyalahgunaan zat juga disebut berpotensi memicu berbagai perilaku berisiko. Berdasarkan sejumlah kasus yang ditangani BNN, penggunaan zat kerap menjadi pemicu terjadinya tindakan asusila dan pelanggaran hukum lainnya.

‎”Untuk itu, bapak ibu sekalian, jika bapak ibu  menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba dapat melaporkannya melalui layanan Call Center BNN 184 yang beroperasi selama 24 jam,” pungkasnya.


Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *