Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Pemkot Gorontalo Rawat Infrastruktur Lingkungan, 15 Kilometer Drainase Dibersihkan

×

Pemkot Gorontalo Rawat Infrastruktur Lingkungan, 15 Kilometer Drainase Dibersihkan

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo tak hanya mengejar pembangunan infrastruktur baru. Di Kecamatan Kota Utara, perhatian pemerintah sepanjang 2025 justru diarahkan pada pemeliharaan infrastruktur lingkungan yang langsung bersentuhan dengan aktivitas dan permukiman warga.‎‎

Salah satu yang menjadi perhatian ialah kondisi saluran drainase. Sebanyak 46 titik saluran dibersihkan dengan total panjang mencapai 15.135 meter atau sekitar 15,1 kilometer.

‎‎Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meidy Novieta Silangen, dalam kegiatan silaturahmi pemerintah daerah sekaligus sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Jumat (7/8/2026) malam.‎‎

Dari keseluruhan pekerjaan tersebut, Dulomo Selatan menjadi wilayah dengan cakupan pembersihan drainase terpanjang, yakni mencapai 8.274 meter yang tersebar di 17 lokasi.

‎‎”Selanjutnya, pembersihan dilakukan di Dembe II sepanjang 2.678 meter, Dulomo Utara 2.545 meter, Wongkaditi Timur 1.156 meter, Wongkaditi Barat 416 meter, dan Dembe Jaya 66 meter,” ungkap Meidy, dalam paparannya.

Meidy menjelaskan, pekerjaan tersebut dibiayai melalui anggaran pengembangan kelurahan sebesar Rp200 juta. Dari jumlah itu, sekitar Rp61,706 juta digunakan untuk pembersihan saluran drainase, sedangkan Rp138,294 juta dialokasikan untuk pengadaan getor dan baterai.

‎‎Besarnya cakupan pekerjaan menunjukkan bahwa pemeliharaan drainase menjadi salah satu kebutuhan penting di kawasan permukiman Kota Utara. Infrastruktur tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap kawasan, tetapi memiliki fungsi penting dalam menjaga kelancaran aliran air dan lingkungan permukiman.‎‎

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan infrastruktur di Kota Utara tidak hanya diukur dari berapa banyak fasilitas baru yang dibangun. Pemerintah juga menempatkan pemeliharaan sebagai bagian dari upaya mempertahankan fungsi infrastruktur yang sudah tersedia.‎‎

“Selain saluran drainase, Pemkot Gorontalo juga merealisasikan sejumlah pekerjaan lainnya sepanjang 2025. Di antaranya rehabilitasi pagar SDN 93 Kota Utara senilai Rp200 juta dan rehabilitasi ruang kelas TK Negeri Pembina Kecamatan Kota Utara dengan anggaran Rp442,5 juta melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Pendidikan,” lanjutnya.

Sementara melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah mengalokasikan Rp93 juta untuk pemeliharaan bahu Jalan Lupoyo serta Rp189,5 juta untuk peningkatan jalan lingkungan perumahan di kawasan Perumahan AGRINDO-Wongkaditi Barat.‎‎

Namun, kebutuhan pembangunan di Kota Utara belum seluruhnya dapat dipenuhi.‎‎Salah satunya rehabilitasi Kantor Kelurahan Dembe II dengan nilai anggaran Rp199,85 juta yang belum terealisasi pada 2025 karena keterbatasan anggaran.‎‎

Program tersebut kini menjadi salah satu catatan dalam evaluasi pembangunan Kecamatan Kota Utara, untuk di upayakan masuk dalam prioritas pembangunan pada periode berikutnya.‎‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *