Example floating
Example floating
Peristiwa

Kemarau Ancam Air dan Pangan

×

Kemarau Ancam Air dan Pangan

Sebarkan artikel ini

GORONTALO. Suaranet.com – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Gorontalo. Kondisi ini turut memunculkan kekhawatiran terhadap sektor pertanian dan pasokan bahan pangan.

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah antisipasi. Bukan hanya memastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi, tetapi juga menjaga agar aktivitas dan produksi pertanian tidak ikut terganggu.

Example 728x250

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mengatakan berkurangnya ketersediaan air dapat menjadi persoalan serius bagi petani. Sebab, air merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, petani akan semakin kesulitan mempertahankan produksi. Dampaknya pun dapat meluas hingga mengganggu pasokan bahan pangan dan berpotensi memengaruhi harga komoditas di pasaran,” kata Mikson.

Pernyataan itu disampaikan Mikson usai Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Terminal BBM Pertamina Gorontalo. Kunjungan tersebut diikuti wakil ketua, sekretaris, serta sejumlah anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo.

Selain persoalan air, Komisi II juga menyoroti ketersediaan bibit serta berbagai kebutuhan pendukung pertanian lainnya. Keterbatasan sarana produksi di tengah kondisi kemarau dinilai dapat semakin menambah beban petani dalam mempertahankan hasil panen.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Mikson menyebut dampak kemarau mulai dirasakan langsung masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Bahkan, pihaknya telah menerima permintaan dari masyarakat di sejumlah wilayah persawahan agar pemerintah provinsi menyalurkan air untuk memenuhi kebutuhan warga.

Mikson menegaskan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo akan terus mendorong pemerintah dan instansi terkait melakukan langkah antisipasi sedini mungkin.

“Fokus utama, adalah memastikan ketersediaan air tetap terjaga, kebutuhan masyarakat terpenuhi, serta aktivitas pertanian dapat terus berjalan di tengah musim kemarau,” ujarnya.

Komisi II berharap pemerintah tidak menunggu dampak kemarau semakin meluas, terutama hingga mengganggu produksi dan ketersediaan pangan di Gorontalo.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *