Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DaerahDPRD Kota Gorontalo

Soroti Drainase di Jalan Manado yang Tertutup Deker, DPRD Warning Pemilik Rumah!‎‎

×

Soroti Drainase di Jalan Manado yang Tertutup Deker, DPRD Warning Pemilik Rumah!‎‎

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Dalam kunjungan ke Jalan Manado, rombongan Reses DPRD Kota Gorontalo, dapil Kota Kota Tengah dan Sipatana, mendapati saluran drainase yang ditutup pelat beton oleh pemilik rumah. Tindakan ini dinilai berpotensi mengganggu fungsi pemeliharaan.‎‎

Kegiatan reses yang dikoordinatori Wakil Ketua I DPRD Kota Gorontalo, Rivai Bukusu, ini dilaksanakan pada Jumat (20/02/26), tepat hari kedua bulan ramadhan, dan hadiri anggota: Darmawan Duming, Alwi Podungge, Susanto Liputo, Alan Lahay, dan Supriadi Lameo.

Example 728x250

‎‎Sebelum turun ke titik kunjungan, rombongan terlebih dahulu melakukan koordinasi awal di Kantor Kecamatan Kota Tengah. Mereka diterima oleh Sekretaris Camat, Sulianti Igirisa.‎‎

(foto: istimewa) rombongan reses dapil Kota Tengah & Sipatana di kantor Kecamatan Kota Tengah, disambut sekretaris camat, Sulianti Igirisa. (20/02/26)

Dalam wawancara di sela kegiatan, Rivai menjelaskan bahwa lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jalan Manado, tempat berlangsungnya pembangunan saluran drainase yang dibiayai Balai Sungai.

BACA JUGA: ‎UMKM Tumbuh, Ekonomi Bergerak, Walikota Adhan Dianugerahi Gelar ‘Bapak UMKM’, Fraksi PAN: Sangat Layak!

Namun dilapangan, kata Rivai, pihaknya menemukan adanya saluran yang telah ditutup permanen menggunakan deker oleh dua pemilik rumah.‎‎

“Penutupannya cukup panjang, sekitar 40 sampai 50 meter. Memang ada lubang kontrol, tetapi jaraknya berjauhan. Ini bisa menyulitkan pembersihan saluran di kemudian hari,” ujar Rivai.‎‎

(Foto: alim mubarraq/suaranet) drainase di jl. Manado yang dipasangi plat deker beton oleh warga.

Menurut Rivai, keberadaan lubang kontrol yang tidak proporsional dapat menghambat proses perawatan dan berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama saat terjadi sedimentasi atau penyumbatan. ‎‎

“Kami meminta pemilik bangunan mempertimbangkan penambahan lubang kontrol agar fungsi drainase tetap optimal dan tidak menimbulkan dampak lingkungan,” lanjut Rivai.

‎‎Selain meninjau drainase, rombongan juga mengunjungi kawasan Simpang Lima (Perlimaan Telaga). Di lokasi itu, dewan melihat langsung hasil rehabilitasi Monumen Adipura yang merupakan bagian dari proyek tahun anggaran 2025.‎‎

Rivai menyebutkan, rehabilitasi dilakukan karena kondisi bangunan sebelumnya sudah cukup lama dan memerlukan pembaruan. Hasil peninjauan menunjukkan kondisi monumen kini lebih representatif, termasuk berfungsinya kembali air mancur di kawasan tersebut.‎‎

(foto: alimmubarraq/suaranet) kunjungan rombongan reses di monumen Adipura simpang lima telaga.

“Kawasan Perlimaan ini memiliki nilai strategis karena menjadi titik pertama yang dilihat saat memasuki Kota Gorontalo. Karena itu, penataan dan perbaikan kawasan ini penting untuk memperkuat citra dan estetika kota,” pungkasnya.‎‎

Melalui reses ini, DPRD Kota Gorontalo menegaskan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan, sekaligus memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar memberi manfaat dan terpelihara secara berkelanjutan bagi masyarakat.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *