Example floating
Example floating
Badan Keuangan
Kota Gorontalo

Iyam Nusuri: Pergantian Nama Jalan Perkuat Identitas Gorontalo

×

Iyam Nusuri: Pergantian Nama Jalan Perkuat Identitas Gorontalo

Sebarkan artikel ini
AKBP (Purn) Hj. Iyam Nusuri, S.Psi., CCPS., CATS. (Foto/Suaranet.com)

Suaranet.com, Kota Gorontalo – Kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo mengganti sejumlah nama jalan utama di pusat ibu kota provinsi menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Anggota DPRD Kota Gorontalo, AKBP (Purn) Hj. Iyam Nusuri, S.Psi., CCPS., CATS, yang menilai langkah tersebut bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari upaya merawat sejarah dan memperkuat identitas daerah.

Politisi perempuan yang duduk di Komisi I DPRD Kota Gorontalo itu menegaskan, penamaan jalan memiliki makna strategis dalam pembangunan wajah kota sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap para tokoh bangsa dan pejuang daerah yang telah berjasa bagi Gorontalo maupun Indonesia.

Example 728x250

“Penamaan jalan pada hakikatnya adalah bagian dari pembangunan arsitektur kota dan pembentukan identitas jati diri sebagai titik orientasi yang mempunyai daya hidup, serta mampu dikenal sepanjang perubahan zaman,” ujar Iyam Nusuri.

Menurutnya, nama jalan tidak hanya berfungsi sebagai penanda wilayah, tetapi juga memiliki nilai historis, budaya, dan edukatif bagi masyarakat. Pergantian nama jalan dinilai dapat menjadi sarana memperkenalkan tokoh-tokoh besar kepada generasi muda agar sejarah perjuangan dan pembangunan daerah tetap dikenang.

Menghidupkan Kembali Jejak Tokoh Bangsa dan Daerah

Dalam kebijakan terbaru tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo menetapkan tiga perubahan nama jalan strategis di pusat kota.

Jalan Jaksa Agung Suprapto resmi berganti menjadi Jalan B. J. Habibie. Ruas jalan ini membentang dari Simpang Empat Jalan H.B. Jasin menuju arah utara hingga Jalan Barito di perbatasan Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango dengan panjang sekitar 5,2 kilometer.

Nama BJ Habibie dinilai memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Gorontalo. Presiden ketiga Republik Indonesia tersebut dikenal memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan kawasan timur Indonesia, termasuk Gorontalo pada masa awal pembentukan provinsi.

Sementara itu, Jalan Robert Wolter Monginsidi kini berganti nama menjadi Jalan Nani Wartabone atau Ajoba Wartabone. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 850 meter itu membentang dari Simpang Empat Jalan Sultan Hasanuddin hingga Simpang Tiga Jalan P. Kalengkongan di depan Polresta Gorontalo Kota.

Nama Ajoba Wartabone sendiri begitu melekat dalam sejarah Gorontalo sebagai tokoh pejuang kemerdekaan yang dikenal melalui peristiwa heroik 23 Januari 1942, ketika Gorontalo menjadi salah satu daerah pertama yang berhasil memproklamasikan kemerdekaan dari penjajahan.

Sedangkan Jalan Palma kini berubah menjadi Jalan dr. Zainal Umar Sidiki. Jalan tersebut membentang dari Simpang Empat Jalan H.B. Jasin ke arah barat hingga Simpang Tiga Jalan Profesor Hasan Abbas Nusi dengan panjang sekitar 2,7 kilometer.

Simbol Kota yang Sarat Nilai Sejarah

Pergantian nama jalan ini dinilai menjadi bagian dari transformasi wajah Kota Gorontalo yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga kuat secara identitas sejarah dan budaya.

Iyam Nusuri politisi Partai NasDem ini berharap kebijakan tersebut dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sendiri serta menjadikan ruang-ruang kota lebih bernilai historis.

“Dengan demikian, penamaan jalan merupakan salah satu hal penting untuk identitas kota sekaligus sebagai titik orientasi yang mempengaruhi kemudahan mobilitas masyarakat,” tutupnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *