Example floating
Example floating
Badan Keuangan
Kota Gorontalo

Susanto Liputo: Aloei Saboe Tokoh Besar Gorontalo

×

Susanto Liputo: Aloei Saboe Tokoh Besar Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Gorontalo, Susanto Liputo., saat meninjau Museum Aloei Saboe. (Foto/Istimewa)

Suaranet.com, Kota Gorontalo – Momentum peringatan 100 tahun Rumah Sakit Aloei Saboe menjadi catatan sejarah baru bagi Kota Gorontalo. Pemerintah Kota Gorontalo meresmikan Museum Aloei Saboe, Rabu (20/5/2026), sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa besar Prof dr H. Aloei Saboe dalam dunia kesehatan dan perjuangan kemanusiaan.

Peresmian museum tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Gorontalo, Susanto Liputo (SL) yang turut hadir mewakili Ketua DPRD Kota Gorontalo. Sekretaris Golkar Kota Gorontalo itu menilai kehadiran museum bukan sekadar simbol sejarah, melainkan bentuk menjaga identitas dan memori kolektif masyarakat Gorontalo.

Example 728x250

“Prof dr H. Aloei Saboe bukan hanya tokoh kesehatan, tetapi juga dokter pejuang kemerdekaan, cendekiawan bangsa, dan cahaya keteladanan bagi generasi muda. Beliau sangat layak menjadi Pahlawan Nasional dari Gorontalo,” ujar Susanto Liputo.

Ketua Komunitas Pencinta Arsip (Kopia) itu menegaskan, museum memiliki peran penting dalam pelestarian sejarah daerah. Menurutnya, generasi muda perlu diperkenalkan langsung dengan jejak perjuangan dan pengabdian Prof Aloei Saboe melalui artefak, dokumen sejarah, hingga kisah perjuangan yang tersimpan di museum.

“Selama ini masyarakat hanya mengenal nama Aloe Saboe sebagai nama rumah sakit atau jalan. Padahal beliau adalah tokoh besar Gorontalo yang berjasa dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan,” katanya.

Selain menjadi pusat edukasi sejarah, Susanto juga melihat museum tersebut berpotensi memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan pendidikan di Gorontalo. Ia berharap Museum Aloei Saboe dapat menjadi destinasi wajib bagi pelajar, mahasiswa, wisatawan, hingga masyarakat yang berkunjung ke rumah sakit.

“Ini bisa menjadi wisata edukasi baru di Gorontalo. Dampaknya tentu akan terasa juga pada ekonomi kreatif masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sebagai anggota legislatif, Susanto menegaskan komitmennya untuk mendorong dukungan anggaran dan pengelolaan museum secara berkelanjutan. Menurutnya, museum tidak boleh berhenti hanya pada seremoni peresmian.

“Perlu ada anggaran rutin, kurator profesional, program edukasi sekolah, hingga promosi digital agar museum ini benar-benar hidup dan menjadi dinasti wisata baru di Gorontalo,” tegas Pendiri Kampung Buku Tinelo Lipuu ini.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif memanfaatkan museum sebagai ruang belajar, diskusi, hingga pengembangan konten kreatif berbasis sejarah daerah.

“Sejarah adalah milik kita semua. Museum ini harus diramaikan dengan kegiatan positif agar nilai perjuangan Prof Aloei Saboe tetap hidup sepanjang masa, mari “Torang Bekeng Bae,” pungkasnya.

Secara pribadi, Susanto mengaku bangga atas langkah Pemerintah Kota Gorontalo dan manajemen RSU Aloei Saboe yang dinilai serius merawat identitas daerah di tengah arus modernisasi.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *