Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DaerahKota Gorontalo

‎Bukan Mengendap di Kotak Amal, Zakat di Kota Gorontalo Disulap Jadi Modal Usaha Warga Miskin‎

×

‎Bukan Mengendap di Kotak Amal, Zakat di Kota Gorontalo Disulap Jadi Modal Usaha Warga Miskin‎

Sebarkan artikel ini

KOTA GORONTALO, SUARANET — Dana zakat yang selama ini identik dengan bantuan konsumtif mulai diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi di Kota Gorontalo. Melalui Program Ekonomi Produktif Z-Mart dan Usaha Mikro Kecil (UMK), Baznas Kota Gorontalo menyalurkan bantuan modal usaha kepada masyarakat kurang mampu, bersamaan dengan distribusi bantuan kemanusiaan berupa paket logistik keluarga.

‎Penyaluran program tersebut dilaksanakan di Aula Bandayo Lo Yiladia (BLY), Kamis (21/5/2026), sebagai bagian dari agenda pendistribusian dana zakat untuk kelompok penerima manfaat (asnaf) di Kota Gorontalo.

‎Mewakili Walikota Gorontalo, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Gorontalo, Sukamto Mooduto, mengungkapkan apresiasi kepada Baznas dan menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kesejahteraan umat.

“Kegiatan ini merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang diwujudkan melalui instrumen sosial seperti zakat, infak, dan sedekah,” kata Sukamto.

Example 728x250

Menurut dia, tantangan kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga dampak kondisi ekonomi dan bencana masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Karena itu, kehadiran Baznas dinilai menjadi mitra strategis dalam memperkuat intervensi sosial kepada masyarakat.

BACA JUGA: Aleg Iyam Nusuri: Teladani Semangat Juang Pahlawan

“Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tapi solusi konkret untuk membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kota Gorontalo, Mohammad Husain Rauf, memastikan setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas, dikelola secara profesional berdasarkan tiga prinsip: Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

“Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan kami dikelola secara transparan dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak,” kata Husain.

Husain juga menjelaskan, program yang dijalankan hari ini merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Baznas RI Tahun 2026 yang berfokus pada lima pilar utama, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah.

‎Pada momentum kali ini, Baznas Kota Gorontalo menjalankan dua sektor, yaitu penguatan ekonomi dan bantuan kemanusiaan.

BAC JUGA: ‎Seabad Berdiri, Keluhan Pelayanan Masih Jadi Langganan RSAS

“Untuk program Z-Mart, kami berikan bantuan modal usaha kepada pemilik warung kelontong dan pelaku usaha mikro, termasuk pedagang nasi kuning serta pelaku usaha kuliner lainnya,” jelas Husain.

Sementara itu, pada sektor kemanusiaan, lanjut Husain, Baznas menyalurkan paket logistik keluarga kepada masyarakat kurang mampu.

“Kesempatan kali ini penyaluran difokuskan di wilayah tiga wilayah, yaitu Kecamatan Dungingi, Kota Barat, dan Dumbo Raya,” sambungnya.

Husain juga menegaskan, program yang dilaksanakan pihaknya tersebut bukan agenda seremonial sesaat, melainkan bagian dari skema pemberdayaan berkelanjutan.

“Agenda ini berkelanjutan dan rutin dilaksanakan seperti bulan-bulan sebelumnya. Harapannya, ikhtiar ini bisa terus mengentaskan kemiskinan dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kota Gorontalo,” pungkasnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *