Example floating
Example floating
DaerahKota Gorontalo

‎Street Food Kota Tua: Harmoni Arab-Tionghoa Jadi Sorotan‎‎

×

‎Street Food Kota Tua: Harmoni Arab-Tionghoa Jadi Sorotan‎‎

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Ribuan warga memadati kawasan Wisata Kuliner Street Food Kota Tua Gorontalo pada malam pembukaan, Sabtu (20/6/2026). ‎‎

Kegiatan yang resmi dibuka Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, itu menghadirkan 124 stand UMKM dan menampilkan kolaborasi budaya lintas etnis yang belum pernah terlihat pada pelaksanaan sebelumnya.‎‎

Street Food Kota Tua tahun ini tidak hanya menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat, tetapi juga menampilkan wajah keberagaman Kota Gorontalo melalui keterlibatan warga keturunan Tionghoa dan Arab yang membuka stand usaha di lokasi kegiatan.

‎‎Sebanyak 124 stand UMKM menjajakan beragam produk, mulai dari kuliner tradisional, kopi kekinian, makanan ringan, hingga produk non-kuliner seperti ikan hias. Kehadiran para pelaku usaha tersebut menarik minat masyarakat yang memadati kawasan Kota Tua.‎‎

BACA JUGA: ‎Walikota Sulap Kawasan Sepi Jadi Magnet Wisata Malam‎‎

Yang membedakan pelaksanaan Street Food kali ini adalah partisipasi aktif komunitas keturunan Tionghoa dan Arab di Gorontalo. Keterlibatan kedua komunitas tersebut terlihat tidak hanya melalui stand usaha, tetapi juga pada rangkaian acara pembukaan.‎‎

Dalam seremoni pembukaan, warga keturunan Tionghoa menampilkan atraksi barongsai, sedangkan warga keturunan Arab menyuguhkan tarian sambrah. Dua pertunjukan budaya itu mendapat sambutan meriah dari pengunjung yang memenuhi area kegiatan.

‎‎Dalam sambutannya, Adhan menegaskan bahwa Kota Gorontalo merupakan daerah yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan persatuan antaretnis yang telah terjalin sejak lama.‎‎

Menurut Adhan, kawasan Kota Tua memiliki nilai historis karena berada di antara Kampung Cina dan Kampung Arab yang selama puluhan tahun hidup berdampingan secara harmonis bersama masyarakat lokal Gorontalo.‎‎

BACA JUGA: Jelang Penas KTNA, Homestay Mulai Ditempeli Stiker

“Selama saya hidup, tidak pernah saya dengar ada konflik antara masyarakat keturunan Cina dan Arab. Itu artinya masyarakat Arab, Cina, dan masyarakat Gorontalo menyatu dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kegiatan seperti ini,” kata Adhan.‎‎

Pembukaan kegiatan ini turut disaksikan oleh Wali Kota Bitung serta Bupati Simalungun yang hadir sebagai tamu undangan.‎‎

(foto: alim Mubarak) pembukaan Street Food Kota Tua dihadiri Walikota Bitung, Hengky Honandar (kemeja kotak-kotak biru putih) dan Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih (kemeja batik, berpeci)

Adhan berharap penyelenggaraan Street Food Kota Tua dapat berlangsung aman, damai, dan sukses serta terus berlanjut.

‎‎“Selama masyarakat masih menikmati fasilitas yang ada dan para pedagang terus berpartisipasi, kegiatan ini akan terus dilaksanakan,” ujarnya.

‎‎Pemerintah Kota Gorontalo menilai Street Food Kota Tua tidak hanya menjadi sarana hiburan dan wisata kuliner, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus simbol persatuan masyarakat multi-etnis yang hidup berdampingan di Kota Gorontalo.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *