Example floating
Example floating
Daerah

Ribuan Pekerja Formal dan Informal Muhammadiyah Gorontalo Segera Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

×

Ribuan Pekerja Formal dan Informal Muhammadiyah Gorontalo Segera Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh ekosistem Muhammadiyah, Selasa (14/7/2026).

‎Penandatanganan yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) itu menjadi langkah strategis dalam mendorong Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Provinsi Gorontalo dengan menyasar pengurus, amal usaha, hingga jamaah Muhammadiyah yang bekerja di sektor formal maupun informal.

‎MoU ditandatangani Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Dr. Ir. Sanco Simanullang, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., bersama Ketua PWM Gorontalo, Dr. H. Sabara Karim Ngou, M.Pd., disaksikan Ketua Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Umum, dan Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP., serta Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M.

‎Kerja sama tersebut mencakup pendaftaran pekerja penerima upah (PU), seperti guru, dosen, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, pegawai rumah sakit, dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Selain itu, perlindungan juga diperluas kepada pekerja bukan penerima upah (BPU), seperti petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, mubalig, marbot, pengemudi, hingga pekerja mandiri lainnya yang merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.

BACA JUGA : ‎Adhan Dambea Warning ASN Gorontalo: Jangan Sampai Kasus Kelurahan Pulubala Terulang!

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki seluruh pekerja. Menurut dia, manfaat yang diperoleh peserta jauh lebih besar dibandingkan besaran iuran yang dibayarkan.

‎Ia menjelaskan, peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran paling rendah sebesar Rp16.800 per bulan dapat memperoleh manfaat perlindungan hingga Rp42 juta apabila mengalami risiko kerja sesuai ketentuan program.

Bahkan, khusus pekerja informal, pemerintah memberikan kebijakan potongan iuran hingga Desember 2026 sehingga peserta hanya membayar Rp8.400 per bulan untuk mendapatkan perlindungan dasar Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Tidak ada alasan bagi pekerja untuk tidak memiliki perlindungan. Ini bukan hanya memberikan rasa aman bagi pekerja, tetapi juga bagi keluarganya,” kata Gusnar.

BACA JUGA : ‎Dukcapil Kota Gorontalo Jemput Bola, Tegaskan Semua Layanan Adminduk Gratis

‎Ia juga mengajak seluruh jajaran Muhammadiyah di Gorontalo untuk menjadi pelopor dalam mendukung perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari tingkat wilayah, daerah, cabang, ranting, hingga seluruh pengelola amal usaha.

‎Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperluas perlindungan pekerja, kata Gusnar, telah mendapat pengakuan melalui penghargaan Universal Coverage Jamsostek sebagai daerah dengan capaian perlindungan tertinggi di wilayah Sulawesi dan Maluku. Saat ini, tingkat cakupan kepesertaan di Gorontalo disebut telah mencapai sekitar 50 persen.

Sementara itu, Ketua PWM Gorontalo Sabara Karim Ngou menilai kerja sama tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan literasi dan kepesertaan jaminan sosial di tengah masyarakat.

‎Di sisi lain, Ketua Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Umum, dan Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, dalam pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gorontalo 2026, menegaskan pentingnya transformasi Muhammadiyah untuk menjawab tantangan zaman.

BACA JUGA : ‎Walikota Adhan Dambea Ancam Copot Jabatan Kepala OPD yang Absen di Agenda Keagamaan

‎Menurut Muhadjir, Muhammadiyah harus berkembang menjadi organisasi yang adaptif dan mampu bertransformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Persyarikatan.

“Transformasi harus dilakukan dengan tetap menjaga kesinambungan nilai. Muhammadiyah boleh berkembang mengikuti perubahan zaman, tetapi tidak boleh kehilangan arah dan jati dirinya,” ujarnya.‎

‎Muhadjir berharap Musypimwil Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gorontalo mampu melahirkan langkah-langkah strategis yang memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam memajukan kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *