Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

RS Siti Khadijah Bersiap Jadi RSU, Wawali Gorontalo Soroti Kualitas Layanan dan Parkir

×

RS Siti Khadijah Bersiap Jadi RSU, Wawali Gorontalo Soroti Kualitas Layanan dan Parkir

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah Gorontalo bersiap memperluas layanan kesehatan setelah nomenklaturnya yang selama ini berstatus rumah sakit ibu dan anak (RSIA) direncanakan berubah menjadi rumah sakit umum (RSU) pada 2027.‎‎

Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel meminta perubahan status tersebut tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menjadi momentum bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.‎‎

Hal itu disampaikan Indra saat menghadiri peresmian layanan poli gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial sekaligus peletakan batu pertama pembangunan gedung baru ruang pelayanan RSSK, Senin (10/8/2026).

‎‎”Perubahan ini bukan sekadar perubahan status, tetapi juga seharusnya menjadi salah satu evaluasi bagi pihak rumah sakit untuk bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Indra.‎‎

Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperhatikan fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika mengakses layanan kesehatan.

‎‎Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian Indra adalah area parkir RSSK yang dinilainya masih cukup terbatas.

‎‎Menurut dia, persoalan parkir dapat memengaruhi kesan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit. Masyarakat yang kesulitan menemukan tempat parkir, kata dia, berpotensi enggan kembali menggunakan layanan rumah sakit tersebut.

‎”Saya lihat untuk area parkirnya cukup sempit. Sementara area ini menjadi salah satu bagian penting terhadap lembaga-lembaga pelayanan publik, khusus rumah sakit,” ujar Indra.

Tetap Pertahankan Identitas RS Ibu dan Anak

‎Di tengah rencana perubahan status menjadi RSU, Indra juga meminta RS Siti Khadijah tidak meninggalkan identitas pelayanan yang selama ini melekat sebagai rumah sakit ibu dan anak.‎‎

Ia berharap masyarakat tetap mengenal RS Siti Khadijah sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan perhatian kuat terhadap ibu hamil, persalinan, hingga kesehatan anak.

‎‎”Harapannya ketika orang mendengar Rumah Sakit Siti Khadijah, orang langsung membayangkan rumah persalinan, rumah untuk ibu hamil, untuk anak-anak, balita dan sebagainya,” kata Indra.‎‎

Menurut dia, citra tersebut dapat menjadi nilai tersendiri bagi rumah sakit di tengah semakin luasnya cakupan pelayanan yang akan diberikan setelah berstatus RSU.‎‎ Dengan demikian, perluasan layanan tidak harus menghilangkan karakter pelayanan yang sejak awal menjadi identitas RS Siti Khadijah.

Layanan Kesehatan Sekaligus Syiar Islam

Indra juga menyoroti posisi RS Siti Khadijah sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah. Menurut dia, rumah sakit tidak semata-mata berorientasi pada pelayanan medis maupun pendapatan.‎‎ Ia berharap RS Siti Khadijah dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam pelayanan kesehatan.‎‎

“Rumah sakit ini adalah bagian dari alat atau wadah untuk menyiarkan ajaran-ajaran agama Islam,” kata Indra.‎‎

Karena itu, ia berharap pengelolaan rumah sakit tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek profesionalitas pelayanan, keberlanjutan usaha, dan nilai-nilai keagamaan.‎‎

“Jangan hanya berorientasi pada entrepreneur atau nilai-nilai output pendapatan, tetapi juga menjadi tempat atau wadah menyiarkan syiar-syiar Islam dari sisi kesehatan,” ujarnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *