Example floating
Example floating
Kota Gorontalo

Kemarau Picu Debu, Warga Waspadai ISPA

×

Kemarau Picu Debu, Warga Waspadai ISPA

Sebarkan artikel ini

GORONTALO. Suaranet.com – Musim kemarau tak hanya membawa cuaca panas dan kekeringan. Meningkatnya debu serta potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Gorontalo, Rollis Ramdhan Helingo. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan selama musim kemarau.

Example 728x250

Menurut Rollis, cuaca yang panas dan kering membuat debu lebih mudah beterbangan. Situasi dapat semakin buruk ketika terjadi pembakaran lahan yang menghasilkan asap dan mencemari udara.

“Musim kemarau identik dengan meningkatnya debu dan menurunnya kualitas udara,” ujar anggota Komisi I itu.

Kebiasaan membakar sampah atau lahan juga sebaiknya dihindari karena asap hasil pembakaran dapat memperburuk kualitas udara di lingkungan sekitar.

Rollis menegaskan pencegahan harus menjadi langkah utama. Menurutnya, menjaga kualitas udara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan pencemaran udara.

“Upaya pencegahan sangat penting agar kualitas udara tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari gangguan pernapasan,” katanya.

Di sisi lain, Rollis mendorong Dinas Kesehatan dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Gorontalo meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan ISPA.

Kesiapan fasilitas kesehatan juga dinilai penting untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan keluhan atau kasus gangguan pernapasan selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Batuk yang berkepanjangan, sesak napas, demam, maupun keluhan pernapasan lainnya sebaiknya segera diperiksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Deteksi dan penanganan sejak dini diperlukan agar gangguan kesehatan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Musim kemarau pada akhirnya bukan hanya persoalan kekurangan air. Kualitas udara juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan karena debu, asap, dan polusi dapat memberikan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *