Example floating
Example floating
Peristiwa

Gorontalo Siaga Karhutla, Warga Diminta Waspada

×

Gorontalo Siaga Karhutla, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, Suaranet.com – Penetapan status darurat siaga bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Gorontalo mendapat perhatian dari DPRD Kota Gorontalo.

Anggota Komisi I DPRD Kota Gorontalo, Supriadi Lameo, mengatakan penetapan status tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Example 728x250

Menurut Supriadi, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena adanya potensi fenomena El Niño yang dapat memengaruhi pola cuaca dan meningkatkan risiko kekeringan berkepanjangan.

“Informasi BMKG, potensi fenomena El Niño ini berdampak terhadap siklus iklim kering dan potensi kekeringan berkepanjangan hingga November 2026 mendatang,” kata Supriadi.

Menghadapi kondisi tersebut, Supriadi mengimbau masyarakat Kota Gorontalo agar menggunakan air bersih secara bijak. Masyarakat juga diminta memaksimalkan penampungan air sebagai langkah persiapan apabila terjadi keterbatasan pasokan.

Selain itu, kebersihan dan keamanan sumber-sumber air perlu menjadi perhatian. Ia mengingatkan masyarakat untuk mencegah pencemaran yang dapat semakin memperburuk kondisi ketika ketersediaan air bersih menurun.

“Gunakan air bersih secara bijak, maksimalkan penampungan air, serta jaga kebersihan dan keamanan sumber-sumber air dari pencemaran,” imbau ketua Fraksi Gerindra ini.

Tak hanya persoalan ketersediaan air, Supriadi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kondisi kemarau yang lebih kering dapat membuat lahan dan vegetasi mudah terbakar. Karena itu, aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran harus dihindari.

Ia secara tegas mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk saat membersihkan kebun maupun membuang sampah.

“Warga dilarang membuka lahan, membersihkan kebun, maupun membuang sampah dengan cara dibakar,” tegasnya.

Supriadi berharap kewaspadaan masyarakat dapat ditingkatkan selama kemarau. Menurutnya, pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kekeringan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Gorontalo.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air dan lingkungan, sehingga dampak musim kemarau dapat ditekan seminimal mungkin.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *