Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DPRD Kota Gorontalo

Dekot Soroti Minimnya ATM dan Gangguan Mobile Banking BTN

×

Dekot Soroti Minimnya ATM dan Gangguan Mobile Banking BTN

Sebarkan artikel ini

Suaranet.com, Kota Gorontalo – Keluhan terkait minimnya fasilitas layanan ATM dan gangguan mobile banking di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Gorontalo kembali mencuat.

Sejumlah warga dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo mengaku miris akibat terbatasnya fasilitas ATM yang tersedia.

Example 728x250

Keluhan tersebut bahkan disebut telah banyak disampaikan masyarakat kepada DPRD Kota Gorontalo.

Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Herman Haluti, Senin (9/3/2026), membenarkan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari warga maupun ASN terkait persoalan tersebut.

“Tak jarang sampai terjadi antrean panjang” kata Herman.

Menurut Herman, sejak Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kota Gorontalo berpindah dari Bank SulutGo ke Bank Tabungan Negara (BTN), seharusnya pihak bank sudah menyiapkan fasilitas layanan yang memadai, termasuk penyediaan mesin ATM.

“Saya tidak habis pikir. Itu saja sudah menyulitkan warga, berbeda dengan fasilitas ATM yang disediakan oleh Bank sebelumnya, yang jumlahnya banyak bertebaran hampir di semua wilayah,” tegasnya.

Selain persoalan ATM, Herman juga menyoroti aplikasi Bale milik BTN yang disebut sering mengalami gangguan (Eror) saat digunakan oleh nasabah. Kondisi tersebut dinilai semakin menambah kesulitan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan.

Sementara itu ia juga menyoroti ketidaksiapan BTN Cabang Gorontalo dalam menyediakan layanan penukaran uang pecahan kecil bagi masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan uang pecahan kecil meningkat menjelang momen malam pasang lampu hingga perayaan Idul Fitri.

Pada momen tersebut, masyarakat membutuhkan uang pecahan kecil untuk berbagi zakat kepada keluarga maupun warga sekitar.

“Ini sangat bertolak belakang dengan bank lain yang tidak pernah membatasi penukaran uang,” kata Herman.

Pihak BTN seharusnya telah melakukan perhitungan sejak awal terkait berapa jumlah ASN dan masyarakat yang berpotensi melakukan penukaran uang, sebelum mengajukan kebutuhan uang pecahan kepada Bank Indonesia.

Karena dengan adanya pembagian Zakat saat pasang lampu dan Hari Raya Idul Fitri akan berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Bayangkan ada 4000 ribu ASN Kota Gorontalo yang masing masing 1 ASN saja melakukan penukaran 1 juta rupiah, maka ada 4 Miliar uang yang beredar selama ramadan, belum ditambah dengan pejabat dan pengusaha yang membagikan zakat puluhan hingga ratusan juta rupiah, “ujarnya.

Pada momen ini kehadiran perbankan sangat dibutuhkan guna memberikan dukungan terhadap perputaran uang di Kota Gorontalo.

Herman berharap BTN segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait ketersediaan mesin ATM, stabilitas aplikasi Bale, serta layanan penukaran uang pecahan kecil.

“Janga hanya mengelola uangnya, tapi tidak siap memberikan fasilitas layanannya,” pungkasnya.

Komisi II DPRD Kota Gorontalo yang membidangi Ekonomi dan Keuangan, rencananya akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut dengan pihak Bank BTN.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *