Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DPRD Kota Gorontalo

‎Silaturahmi Ramadhan Elite Parpol, Alwi Podungge: Kalau Alergi Kritik, Jangan Jadi Politisi!‎‎

×

‎Silaturahmi Ramadhan Elite Parpol, Alwi Podungge: Kalau Alergi Kritik, Jangan Jadi Politisi!‎‎

Sebarkan artikel ini

GORONTALO, SUARANET — Forum silaturahmi yang mempertemukan pimpinan dan anggota partai politik di Gorontalo dalam agenda buka puasa bersama di Hotel Grand Q, Kamis (5/3/2026), menyisakan kesan mendalam bagi sejumlah peserta. Salah satunya anggota DPRD Kota Gorontalo dari Partai Amanat Nasional (PAN), Alwi Podungge, yang mengaku pulang dengan pandangan baru tentang bagaimana politik seharusnya dijalankan.‎‎

Pertemuan yang digagas Ketua Yayasan Pengembangan Hukum dan Advokasi Rakyat (YAPHARA) sekaligus Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, itu mempertemukan sejumlah tokoh politik lintas partai dalam suasana santai namun sarat diskusi.‎‎

Example 728x250

Dalam forum tersebut, berbagai isu politik lokal hingga dinamika demokrasi dibahas secara terbuka.‎‎

Alwi Podungge menilai dialog yang berlangsung memberi pemahaman baru tentang cara memandang kritik dalam praktik politik.‎‎

BACA JUGA: Dukcapil Rekam KTP-el Buruh Bangunan di Ruang IGD

Menurut dia, kritik yang disampaikan oleh Adhan Dambea selama ini lebih ditujukan pada kebijakan pemerintah, bukan pada individu yang menjalankan kebijakan tersebut.‎‎

“Saya melihat Pak Adhan ketika mengkritik, itu bukan menyerang orangnya, tapi kebijakan pemerintah. Itu yang harus kita pahami bersama,” kata Alwi, merespon isu konflik antar Walikota dan Gubernur yang belakangan hangat dibicarakan.

Alwi juga menilai gaya berpolitik Adhan Dambea memiliki karakter tersendiri, yang tidak semua orang dapat menerima dan memahami.

Bagi Alwi, politik adalah kesepakatan bersama, bukan ruang sekat pembatas.

“Politik itu ketidakpastian, tapi politik juga kesepakatan. Karena itu komunikasi dan silaturahmi seperti ini sangat penting,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, isu politik dinasti yang menyasar pada isu penunjukan menantu Gubernur sebagai komisaris BSG juga sempat disinggung. ‎‎

‎‎BACA JUGA: Hangatnya Ramadan di Lapas Perempuan Gorontalo

Menurut Alwi, dalam sistem demokrasi setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri dalam sebuah kontestasi, termasuk mereka yang berasal dari keluarga tokoh politik. Namun, ia menegaskan bahwa yang tidak dapat diterima adalah ketika seseorang maju tanpa memiliki kemampuan dan kualitas yang memadai.‎‎

“Politik dinasti itu sah. Tapi dalam perspektif negatif tidak boleh jika tidak memiliki kualitas dan kualifikasi. Itu haram dalam demokrasi,” tegasnya.‎‎

Pesan kuat yang disampaikan politisi kawakan ini menyiratkan bahwa politik tidak seharusnya dipenuhi dendam dan permusuhan. Sebaliknya, politik harus menjadi ruang kerja sama untuk mendorong kemajuan daerah, bukan justru sebaliknya.

‎‎Ia juga menitipkan pesan kepada para politisi untuk tidak alergi terhadap kritik. Baginya kritik adalah bagian dari politik itu sendiri.‎‎

“Kalau alergi terhadap kritik, jangan jadi politisi,” kata Alwi.

‎‎Diakhir stetmentnya, Alwi menilai silaturahmi lintas partai seperti yang digelar Walikota menunjukkan bahwa di tengah perbedaan pandangan politik, para tokoh tetap memiliki tujuan yang sama, yakni membangun Kota Gorontalo dan Provinsi Gorontalo menjadi lebih baik di masa depan.‎

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *