Pelaku Pencurian Sawit Bersyukur Kasus Diselesaikan Secara Restorative Justice

- Jurnalis

Rabu, 6 September 2023 - 04:45

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

SUARANET.COM Sumut – Salah satu pelaku pencurian sawit di Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), mengaku kapok melakukan perbuatan tersebut. Boby Dermawan (31), mengaku perbuatannya itu memang dilakukan semata-mata karena faktor ekonomi.

Boby kini merasa lega karena perkaranya diselesaikan secara restorative justice (RJ). Dia bersama 69 tersangka lainnya diberikan sanksi membersihkan tempat ibadah berkat penuntasan perkara melalui RJ.

“Kami lakukan itu Pak karena memang kebutuhan Pak, memang di rumah betul-betul susah Pak. Jadi kami terima kasih banyak Pak kepada pihak PT Perkebunan Nusantara IV yang telah kami rugikan, Pak kami minta maaf dan terima kasih banyak sudah mau memaafkan kami pak,” ujarnya di Polsek Tanah Jawa, Selasa (5/9/23).

Menurutnya, perbuatan itu baru pertama kali dilakukannya. Ia pun bersyukur PT Perkebunan Nusantara IV (PT PN IV) sudah bersedia berdamai melalui restorative justice.

“Jujur ini baru pertama ini karena memang keadaan di rumah memang lagi betul-betul butuh bantuan makan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, tiga tandan sawit yang dia curi bahkan belum sempat dijual. Namun, ia telah berencana menggunakan uang hasil penjualan sawit curian itu untuk membeli beras dan biaya pengobatan orang tuanya.

“Kebetulan untuk membantu biaya untuk beli beras di rumah dan kebetulan kemarin saya melakukan itu di rumah memang benar-benar orang tua saya lagi sakit keras di rumah Pak, jadi butuh biaya untuk berobat di rumah,” ungkap Boby.

Sebagaimana diketahui, Restorative justice menjadi program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Kapolri menekankan penanganan kasus dengan pendekatan restorative justice merupakan langkah untuk mengikuti dinamika perkembangan dunia hukum yang mulai bergeser dari positivisme ke progresif untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Menurut Kapolri, hal itu merupakan prinsip utama dalam keadilan restoratif, yakni penegakan hukum yang selalu mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat.(***)

Berita Terkait

Inisiatif Revolusioner: Layanan SAPA 129 Memudahkan Masyarakat Laporkan Kekerasan di Gorontalo
Anggota Dewan, Adhan Dambea, Serahkan Bantuan Kaki Palsu
Jajaran DPRD Provinsi Gorontalo Gelar Bimtek untuk Penguatan Peran Anggota Dewan
Indriani Dunda Menyalurkan Bantuan Pangan untuk 500 Keluarga Terdampak Bencana di Kota Gorontalo
Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Pantau Proses Rekapitulasi Suara di Kecamatan Bulango Selatan
Pembangunan Rabat Beton di Desa Tapadaa Diperhatikan Langsung oleh DPRD Provinsi Gorontalo
Wali Kota Gorontalo Marten Taha Apresiasi Sosialisasi OJK untuk Lindungi Konsumen
PSU di 4 TPS di Bone Bolango: Masyarakat Kurang Antusias
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 06:59

Inisiatif Revolusioner: Layanan SAPA 129 Memudahkan Masyarakat Laporkan Kekerasan di Gorontalo

Selasa, 27 Februari 2024 - 06:42

Anggota Dewan, Adhan Dambea, Serahkan Bantuan Kaki Palsu

Selasa, 27 Februari 2024 - 03:17

Jajaran DPRD Provinsi Gorontalo Gelar Bimtek untuk Penguatan Peran Anggota Dewan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:41

Indriani Dunda Menyalurkan Bantuan Pangan untuk 500 Keluarga Terdampak Bencana di Kota Gorontalo

Sabtu, 24 Februari 2024 - 02:22

Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Pantau Proses Rekapitulasi Suara di Kecamatan Bulango Selatan

Jumat, 23 Februari 2024 - 01:43

Wali Kota Gorontalo Marten Taha Apresiasi Sosialisasi OJK untuk Lindungi Konsumen

Jumat, 23 Februari 2024 - 01:27

PSU di 4 TPS di Bone Bolango: Masyarakat Kurang Antusias

Kamis, 22 Februari 2024 - 02:34

Pemerintah Kota Gorontalo Kembali Bantu Korban Kebakaran

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Anggota Dewan, Adhan Dambea, Serahkan Bantuan Kaki Palsu

Selasa, 27 Feb 2024 - 06:42