Example floating
Example floating
Badan Keuangan
DPRD Kota Gorontalo

DPRD Fokuskan APBD 2026 untuk Sampah, Religi, dan Infrastruktur

×

DPRD Fokuskan APBD 2026 untuk Sampah, Religi, dan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

Suaranet.com, Gorontalo — DPRD bersama Pemerintah Kota Gorontalo memantapkan arah pembangunan untuk tahun 2026. Fokus utamanya, tiga sektor yang dinilai paling mendesak: penanganan sampah, bidang keagamaan, dan perbaikan infrastruktur, Selasa (11/11/2025).

Totok Bachtiar, Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Gorontalo menyebutkan, skala prioritas ini disusun sesuai dengan RPJMD Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Example 728x250



“Yang jadi fokus tahun depan itu soal sampah, kegiatan religi, dan perbaikan infrastruktur. Ini program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembahasan APBD 2026 masih berlangsung dan bisa berubah sesuai evaluasi.



“Ini belum final, masih bisa bongkar pasang. Kita lihat nanti mana yang harus ditambah dan mana yang dikurangi,” katanya.

Sementara itu, dari sisi belanja pegawai, pemerintah memastikan pembayaran gaji P3K dan tenaga paruh waktu tetap aman.



“Untuk P3K paruh waktu kita sudah anggarkan Rp37 miliar, sementara TPP sebesar Rp92 miliar. Walaupun turun 19 persen, semuanya tetap terakomodir,” jelasnya.

Namun, sejumlah program besar seperti penanganan banjir masih belum memiliki alokasi khusus.

“Untuk sementara, kita cover lewat dana kelurahan. Tiap kelurahan dapat Rp200 juta, jadi yang skala kecil bisa tertangani dulu,” sambungnya.

Di sisi lain, pemerintah kota juga sedang memperbaiki jalan-jalan rusak di beberapa titik, termasuk di kawasan Pasar Tua.



Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo ini mengatakan, perbaikan itu dilakukan secara bertahap karena kondisi keuangan daerah terbatas.



“Kalau pakai PAD semua, nggak akan cukup. Jadi sementara ini kita tambal dulu jalan-jalan yang berlubang. Setidaknya supaya aman dilalui warga,” tuturnya.

Ia menambahkan, sekitar 80 persen jalan di Kota Gorontalo rusak dan sebagian merupakan kewenangan pemerintah provinsi.



“Contohnya Jalan Palma, itu sebenarnya proyek provinsi. Sudah sempat dianggarkan Rp1,8 miliar, tapi tiba-tiba hilang. Sekarang kita dorong lewat program jalan daerah impres ke pusat, mudah-mudahan bisa direalisasi,” ujarnya.

DPRD berharap perbaikan infrastruktur ini menjadi langkah awal mempercantik wajah Kota Gorontalo tanpa harus membebani keuangan daerah.



“Yang penting kita jalan pelan tapi pasti. Fokus pada kebutuhan warga dan kelola anggaran seefisien mungkin,” pungkasnya.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *