Example floating
Example floating
Uncategorized

Owner Perum Graha Arsy Buka Suara soal Polemik Booking Rumah yang Viral, Akui Ada Sistem yang Keliru

×

Owner Perum Graha Arsy Buka Suara soal Polemik Booking Rumah yang Viral, Akui Ada Sistem yang Keliru

Sebarkan artikel ini

SUARANET, GORONTALO — Polemik dugaan penipuan dalam proses pemesanan unit di perum Graha Arsy Sejahtera 2, Dulomo, Kota Gorontalo, memasuki babak baru. Setelah persoalan tersebut mencuat ke publik, owner perumahan akhirnya bertemu langsung dengan konsumen, Vickraien, untuk memberikan penjelasan sekaligus meminta maaf atas persoalan yang terjadi.

‎‎Dalam pertemuan tersebut, owner yang akrab disapa Haji Fandi mengakui adanya mekanisme yang keliru dalam proses pemesanan unit Vick.

‎‎Ia menjelaskan, Vick sengaja ditempatkan oleh sales bernama Suleman sebagai calon cadangan pengganti cadangan apabila calon pembeli yang lebih dulu ditetapkan sebagai pemilik unit, gagal dalam proses administrasi dan verifikasi pihak Bank atau membatalkan booking.


Menurut Haji Fandi, langkah tersebut disebut sebagai bentuk “niat baik” sales agar Vick tetap memiliki kesempatan mendapatkan unit. Namun, ia mengakui mekanisme tersebut tidak sesuai dengan sistem manajemen yang berlaku.

BACA JUGA: ‎Dugaan Penipuan Sales Perumahan di Gorontalo: Sudah Booking, Rumah Berdiri, Unit Diberikan ke Pembeli Lain

‎“Jadi ini sebenarnya kalau bisa dibilang adalah niat baik sales kami, Suleman. Ia jaga Pak Vick kalau-kalau pihak pertama melakukan pembatalan atau gagal dalam urusan administrasi. Dan sejujurnya sistem ini kami akui salah dan tidak dibenarkan dalam manajemen,” kata Haji Fandi.‎‎

Pengakuan tersebut sekaligus memberikan penjelasan awal atas pertanyaan yang sebelumnya muncul terkait bagaimana satu unit dapat diproses untuk lebih dari satu calon konsumen.

‎‎Haji Fandi mengatakan, sejak awal dirinya telah mengarahkan tim marketing agar uang booking dikembalikan kepada konsumen yang telah membayar tetapi tidak mendapatkan unit setelah proses validasi data dan administrasi selesai.‎‎

Namun, menurutnya, sales Suleman diduga mengambil langkah berbeda dengan tetap menjaga Vick sebagai calon penerima unit apabila konsumen sebelumnya membatalkan pemesanan.‎‎

“Padahal sejak awal saya sudah bilang ke tim marketing, kalau validasi data sudah keluar dan berkas sudah dianggap valid, pihak-pihak yang sudah terlanjur memberikan uang booking sementara mereka tidak mendapatkan unit, saya suruh kembalikan uang bookingnya,” jelasnya.

BACA JUGA: ‎Adhan Dambea Buka Jalur Komunikasi ke Senayan Lewat Rusli Habibie

‎Haji Fandi menyebut persoalan tersebut sebagai miskomunikasi antara sales dan konsumen. Meski demikian, ia menyampaikan permintaan maaf secara pribadi maupun atas nama tim marketing kepada Vickraien.‎‎

Bagi Vick, persoalan utamanya bukan semata-mata mengenai unit yang akhirnya tidak menjadi miliknya, tetapi informasi yang tidak pernah disampaikan sejak awal.‎‎

Ia mengaku telah menunggu hampir enam bulan, mengurus berbagai kebutuhan administrasi, serta mengalokasikan waktu dan tenaga dengan asumsi bahwa unit tersebut akan menjadi rumahnya.

‎‎“Kalau memang itu bukan milik saya, kenapa tidak dikabari di awal. Saya rugi waktu dan tenaga. Menunggu hingga hampir enam bulan ini bukan waktu yang sedikit,” ujar Vick.‎‎

Kekecewaan Vick semakin besar karena ia bahkan telah memberi tahu keluarganya di Sulawesi Utara mengenai rencana rumah tersebut. Orang tuanya disebut rela datang jauh-jauh ke Gorontalo untuk melihat langsung rumah yang dipersiapkan bagi anaknya.

BACA JUGA: ‎Kerap Bersitegang, Rivalitas Antara Rusli Habibie dan Adhan Dambea Akhirnya Mencair

‎“Orang tua saya sudah jauh-jauh datang dari Sulawesi Utara untuk melihat langsung rumah yang sudah saya booking, tapi hasilnya mengecewakan,” katanya.‎‎

Dalam pertemuan itu, pihak perumahan sempat menawarkan sejumlah opsi penyelesaian, mulai dari pindah ke unit yang masih tersedia, menunggu pembangunan tahap ketiga, hingga pengembalian uang booking.‎‎

Namun, Vick belum dapat menerima opsi tersebut. Setelah dialog cukup panjang, muncul opsi lain yang lebih mendapat perhatian Vick, yakni penawaran lokasi baru yang dinilai lebih strategis dan berada dekat akses jalan. ‎‎Vick dan pihak perumahan berencana melakukan survei lokasi untuk melihat kemungkinan pembangunan unit tersebut.‎

BACA JUGA: ‎Karhutla Tak Bisa Ditangani Sendiri, Kapolresta: Tinggalkan Ego Sektoral‎‎

Haji Fandi mengatakan, apabila lokasi yang ditawarkan sesuai dengan keinginan Vick, pihaknya akan berupaya mempercepat pembangunan sehingga tidak kembali memakan waktu berbulan-bulan.

‎“Kami pastikan tidak akan sampai enam bulan. Kita upayakan hanya satu bulan lebih pembangunannya,” kata Haji Fandi.


Di sisi lain, persoalan tersebut juga menjadi bahan evaluasi internal bagi manajemen Graha Arsy Sejahtera 2. Haji Fandi menyatakan akan mengevaluasi kinerja tim marketing dan memberikan sanksi tegas terhadap sales Suleman apabila terbukti melakukan pelanggaran terhadap mekanisme yang ditetapkan perusahaan.


Evaluasi dilakukan setelah persoalan Vick mencuat dan sejumlah konsumen lain disebut mulai menyampaikan pengalaman yang mereka anggap serupa terkait pelayanan sales yang sama.


Haji Fandi mengatakan persoalan tersebut akan menjadi pembelajaran bagi manajemen agar sistem pemesanan, pencatatan booking, serta komunikasi kepada konsumen dapat diperbaiki.


Klarifikasi ini sekaligus menjadi jawaban awal atas pemberitaan sebelumnya yang menempatkan Vick sebagai korban  penipuan oknum sales.


Dari keterangan owner, pihak perumahan menyatakan persoalan tersebut bukan dalam upaya menipu konsumen, melainkan hanya sebatas mekanisme internal yang keliru dan miskomunikasi antara sales dengan konsumen.

Example 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *