Penganiayaan di Puskesmas Paguyaman: Oknum Polisi Dituduh Membabibuta Hingga Korban Babak Belur

- Jurnalis

Jumat, 19 April 2024 - 08:45

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

tenaga kesehatan korban penganiayaan diduga dilakukan oleh oknum polisi

GorontaloSUARANET.COM –  Kasus penganiayaan yang menggemparkan terjadi di Puskesmas Paguyaman, Kabupaten Boalemo, dengan seorang tenaga kesehatan menjadi korban. Taufik Nur, seorang petugas kesehatan yang bertugas di puskesmas tersebut, diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang oknum anggota polisi pada Rabu, 17 April 2024, sekitar pukul 18.00 WITA. Korban mengalami luka parah akibat serangan yang dilancarkan ke arah wajahnya.

Menurut keterangan Ayah korban, Yusuf Nur, kejadian tragis itu berlangsung di mess Puskesmas Paguyaman saat Taufik sedang tertidur.

“Saat itu, korban tengah tertidur pulas. Tiba-tiba oknum polisi datang dan langsung melancarkan pukulan ke arah wajah korban secara membabi buta,” ungkap Yusuf Nur dengan nada kecewa.

Pemukulan yang dilakukan secara tiba-tiba membuat Taufik Nur mengalami kejutan dan keterkejutan yang luar biasa. Korban yang tidak berdaya tidak bisa melakukan banyak hal selain menerima serangan yang dilancarkan padanya. Akibat serangan tersebut, Taufik Nur langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang intensif.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, motif dari aksi penganiayaan ini diduga dipicu oleh rasa cemburu oknum polisi terhadap korban.

“Pemukulan tersebut diduga karena korban dituduh sering mengirim pesan melalui WhatsApp kepada kekasih dari pelaku.” tambah Yusuf Nur.

Hingga saat ini, korban masih dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Boalemo dan berharap agar pihak berwajib segera mengusut tuntas kasus ini serta menindaklanjuti pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kasus penganiayaan ini menimbulkan kecaman masyarakat terhadap tindakan kekerasan oleh oknum polisi terhadap tenaga kesehatan yang menjalankan tugasnya. Masyarakat berharap kasus ini diungkap secara transparan dan adil oleh pihak berwajib, serta menegaskan pentingnya perlindungan terhadap para petugas kesehatan untuk kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Kunjungan Komisi III: Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Tangkobu
Kunjungan Kerja Komisi II: Upaya Peningkatan Fasilitas dan Aksesibilitas di UPTD Pelabuhan Perikanan Tilamuta
Rapat Koordinasi Agenda Kunjungan Jokowi di Gorontalo
Upaya Penataan Kembali Wisata Pantai Bolihutuo Kabupaten Boalemo
Simak Isi Kerjasama Antar Kab. Boalemo dan Kota Gorontalo untuk Kepentingan Pembangunan Daerah
Operasi Otanaha 2023: Sasar Kelengkapan Kendaraan dalam Perkampungan Desa
Anies Ingkar Janji: Demokrat Gorontalo Hentikan Dukungan?
Kabid Humas Pimpin Press Conference Penggeledahan Dan Penyitaan Minuman Keras

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 02:16

Ekwan Ahmad Siap Maju di Pilwako Gorontalo Meski Target Suara Pileg Tidak Tercapai

Senin, 20 Mei 2024 - 00:56

Komisi I Soroti Perpindahan 40 ASN di Gorontalo

Minggu, 19 Mei 2024 - 07:44

JCH Gorontalo Batal Berangkat Akibat Ketinggalan Paspor

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:54

Nurul Nasiroh Ali Raih Penghargaan 3RD Best Speaker pada Kompetisi LLDIKTI XVI

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:36

18 Ribu Warga Gorontalo Terima 10 Kilogram Beras dari Cadangan Pangan Pemerintah

Jumat, 17 Mei 2024 - 06:56

Partai Demokrat Gorontalo Terima Pendaftaran Empat Calon Gubernur

Jumat, 17 Mei 2024 - 04:50

95 PPK di Kabupaten Gorontalo Resmi Dilantik Oleh KPU

Jumat, 17 Mei 2024 - 04:29

Tingkatkan Layanan Infrastruktur, Perumdam Muara Tirta Sesuaikan Tarif Air Minum

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Komisi I Soroti Perpindahan 40 ASN di Gorontalo

Senin, 20 Mei 2024 - 00:56

Info Netizen

JCH Gorontalo Batal Berangkat Akibat Ketinggalan Paspor

Minggu, 19 Mei 2024 - 07:44